KPU Makassar Minta Tambahan Anggaran Rp 9,6 Miliar Untuk Honor Ad hoc

Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi

Terkini.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Makassar membutuhkan anggaran Rp9,6 miliar untuk honor ad hoc yang bertugas pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2020.

Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi mengatakan, pihaknya masih membutuhkan sekitar Rp 9.687.550,000, walau sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) memberikan bantuan hibah sebesar Rp78 miliar.

Alasan KPU Makassar mengusulkan kembali anggaran karena Kementerian Keuangan menyetujui honor pegawai ad hoc dinaikan.

Sementara KPU Makassar dengan Pemeritah kota Makassar melakukan Penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tersebut, sebelum surat edaran Kementerian Keuangan keluar.

“Kemarin kami silaturahmi ke Pj wali kota. Agendanya terkait dengan kebutuhan anggaran untuk penyesuaian honor ad hoc, yang disetujui kemarin oleh keuangan dan kebutuhan kami, selisih itu masih ada Rp 9,68 miliar,” kata Farid.

Ia menjelaskan, dari Rp9.6 miliar, Rp6 miliar diperuntukkan untuk honor ad hoc seperti, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP).

Sementara lebihnya untuk kebutuhan lain yang ada di Sekertariat KPU kota Makassar.

“Total dari 9,6 miliar, lebih 6 miliar kebutuhan KPPS. Sisanya buat penyelenggara ad hoc di atas KPPS,” ujarnya.

Komentar

Rekomendasi

Rutan Kelas I Makassar Ajak Insan Pers  Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan 2020

Amirulllah Nur Siap Bangun Koalisi PKB dan PPP di Pilkada Maros

Dorong Peningkatan Smart City, Pemkot Hadirkan 50 Pengusaha Jepang

Kasus Dugaan Korupsi APBD, Dispora Penuhi Panggilan Polisi

Polemik Aplikasi Pengukur Kinerja ASN, Ini Penjelasan Staf Khusus Walikota Makassar

Kisruh ASN Pemkot Makassar Soal TPP Telah Selesai

Sidak Pasar Baru, DKP Makassar Temukan Produk Kedaluwarsa

Ini Tanggapan Gubernur Terkait Pilwali Makassar Masuk Kategori Rawan Konflik

Joki Tes CPNS di Makassar Ditangkap

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar