KPU Sinjai Pantas Dipidana, Ini Penyebabnya

Andi Fajar Asti
Andi Fajar Asti

Terkini.id, Sinjai – Malam ini, psikologi warga sinjai terganggu oleh ulah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sinjai yang mengeluarkan pernyataan berlebihan bahwa telah menggugurkan pasangan calon Sabirin Yahya – Andi Mahyanto Masda (SBY – AMM) pada pilkada yang akan berlangsung besok, 27 Juni 2018.

Tentu pernyataan ini sangat disayangkan karena telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang sedang masuk masa tenang.

Akademisi UNM, Andi Fajar Asti mengatakan sangat tidak pantas penyelenggara kepemiluan mengeluarkan pernyataan yang memunculkan keresahan di masyarakat.

“Ini telah memenuhi syarat untuk dipidana karena berpotensi menimbulkan kerusuhan sosial,”ujarnya.

KPU Sinjai Melanggar Kode Etik, Polisi Segera Bertindak.

Lanjut Fajar menjelaskan, bagaimana mungkin seorang pasangan calon didiskualifikasi tanpa proses hukum. Itu jelas melanggar prosedur hukum.

Dan jika terbukti KPU Sinjai mengeluarkan pernyataan kontroversi ini, maka KPU Sinjai telah melanggar kode etik dan Polisi bisa bertindak karena dampaknya sangat luar biasa.

“Saya mendesak kepolisian Sinjai bertindak untuk memanggil dan memeriksa KPU Sinjai yang terbukti kuat menimbulkan kekacauan Pilkada dan dugaan tidak netral. KPU Sinjai memenuhi syarat untuk dipidanakan,”tegasnya.

Perlu diketahui bahwa beredarnya berita terkait diskualifikasi paslon SBY-AMM karena adanya keterlambatan 5 (lima) menit penyetoran Laporan Penerimaan dan Penggunaan Dana Kampanye (LPPDK) di KPU Sinjai.

Padahal sempat dibantah oleh pihak SBY-AMM bahwa tidak ada keterlambatan penyampaian LPPDK.

Berita Terkait
Komentar
Terkini