Kritik Ekspor Nikel, Faisal Basri: Saya Merasa Negeri Ini Jadi Budak China!

Terkini.id, Jakarta – Pakar ekonom Faisal Basri ikut mengomentari soal 7 tahun Jokowi memimpin Indonesia, khususnya perkara ekspor nikel.

Dengan blak-blakan, Faisal Basri mengatakan bahwa dirinya merasa negeri Indonesia menjadi budak negara China.

Melansir Kabarbesuki, 23 Oktober 2021, Faisal Basri menilai bahwa ekonomi di era Presiden Jokowi cenderung terus mengalami penurunan.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Direksi BUMN Lagi Stress, Kenapa?

Ia bahkan memprediksi bahwa hingga 2024 nanti, ekonomi di Indonesia akan terus konsisten menurun.

“Tahun ini jadi ekonomi Indonesia itu 8 terus turun 7, era SBY itu 6 terus era Jokowi 5, jadi gagal untuk meningkat sesuai dengan janjinya,” ujarnya.

Baca Juga: Namanya Diduga Masuk Daftar Reshuffle, Erick Thohir: Jadi Pembantu Presiden...

“Kemudian 5 tahun kedua itu saya perkirakan turun terus sampai tahun 2024,” sambungnya.

Ia pun menyoroti terkait smelter nikel yang ada di Indonesia. Menurutnya, smelter nikel di Indonesia sudah berada di tahap yang mengerikan.

Hal itu tak lain karena banyak pengusaha asing dari China yang saat ini sudah banyak menguasai smelter nikel di Indonesia.

Baca Juga: Namanya Diduga Masuk Daftar Reshuffle, Erick Thohir: Jadi Pembantu Presiden...

Padahal, kata Faisal, maksimum pengusaha asing untuk mempunyai smelter nikel di Indonesia hanya sebanyak 40 persen.

“Aturan mengatakan pengusaha asing itu menguasai tambang 40 persen, mereka 100 persen, siapapun menurut saya asing, negara manapun tidak boleh,” tegas Faisal.

Ia pun mengatakan bahwa saat ini Indonesia seakan menjadi budak industri negara China.

“Saya merasa negeri ini jadi budak dan digunakan untuk menopang industri di China, jadi jangan bicara tentang kedaulatan negeri kalau nikel ini tidak kita tuntaskan segera,” pungkasnya.

Bagikan