KTM Tak Kunjung Terbit, Mahasiwa Politani Pangkep Mengadu ke Kejari

Terkini.id, Pangkep – Polemik dugaan penyelewengan dana penerbitan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Politeknik Pertanian Pangkep berlanjut. Presiden mahasiswa Politeknik Pertanian Pangkep, Ahmad Amiruddin mendatangi Kejaksaan Negeri Pangkep mengadukan masalah yang tak kunjung terang di internal kampusnya itu.

Kepada Kepala Seksi Pidsus Kejari Pangkep, Andi Novi Andriani, Ahmad Amiruddin menuturkan jika sampai saat ini masih persoalan tersebut belum selesai. Kisruh penerbitan KTM Politani Pangkep ini terkuak, saat mahasiswa yang sudah membayar untuk penerbitan KTM tak kunjung dapat. KTM Politani Pangkep ini juga berfungsi sebagai kartu ATM BRI.

“Ada juga yang KTM nya terbit tapi saldonya nol rupiah, padahal mereka sudah bayar untuk pembuatan rekeningnya sebesar Rp105 ribu dan Rp120 ribu,” kata Amiruddon di kantor Kejari Pangkep, Kamis 6 September.

Dari data yang mereka serahkan, sedikitnya 300 mahasiswa yang KTM nya belum rampung. Ia menuturkan, pihak yang paling bertanggungjawab dalam urusan ini yaitu bidang kemahasiswaan yang menerima pembayaran penerbitan KTM.

“Sesuai prosedur, mahasiswa membayar penerbitan KTM di bagian kemahasiswaan. Bagian kemahasiswaan yang berurusan dengan BRI,” ujarnya.

Sah seorang mahasiswa, Takwa membenarkan hal itu. Menurutnya sampai sekarang ia belum menerima KTM. “Di jurusan saya, Budidaya Pertanian masih ada 200 mahasiswa yang sudah bayar tapi KTM nya tidak terbit,” ujarnya

Kasi Pidsus Kejari Pangkep, Andi Novi Andriani mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti  hal ini. Pihaknya segera akan memanggil semua pihak yang diduga terlibat.

“Kita akan panggil dulu mahasiswa yang KTM nya belum terbit setelah itu baru pengelolanya. Secepatnya, besok kita mulai panggil mahasiswa untuk diambil keterangannya,” ujarnya.

Sebelumnya, mahasiswa Politani Pangkep telah melakukan demonstrasi menuntut kampus agar segera menyelesaikan masalah ini. Pihak kampus Politani Pangkep merespon dengan tim independen, Satuan Pengawasan Internal (SPI) untuk mendalami hal ini.

Berita Terkait
Komentar
Terkini