Kudo, Aplikasi Milik Grab yang Dipakai Mahasiswa Bobol Bank BUMN Rp 16 Miliar

Terkini.id, Jakarta – Aplikasi milik Grab, yakni Kudo, dipakai mahasiswa untuk membobol dana nasabah bank BUMN dengan total nilai Rp16 miliar.

Kanit I Ditsiber Bareskrim Mabes Polri, Kompol, Ronald Sipayung mengungkapkan aksi pembobolan bank tersebut dilakukan oleh beberapa komplotan.

Saat ini yang sudah berhasil ditangkap ada dua orang. Kedua pelaku tersebut berinisial YA (24) dan RF (23) yang berstatus mahasiswa itu di tangkap di Palembang, Sumatera Selatan.

“Yang kemarin kami tangkap membobol Bank BUMN dengan total kerugian Rp1,3 miliar,” ujar Ronald Sipayung di Jakarta.

Modus yang dilakukan oleh para tersangka tersebut yakni melakukan top up dan transfer melalui aplikasi Kudo dengan menggunakan virtual account bank BUMN.

“Namun saldo yang ada dalam akun Kudo tersangka tidak berkurang atau tidak terpotong. Sementara dalam virtual account bank tercatat bahwa top up dan transfer tersebut sukses atau berhasil,” tulis Ronald melalui keterangan resminya, Jumat 12 September 2019.

Kudo atau Kios Untuk Dagang Online merupakan platform pembayaran dengan konsep online to offline(O2O).

Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan yang didirikan Albert Lucius dan Agung Nugroho pada Juli 2014 itu menggandeng sejumlah e-commerce seperti Lazada, Elevenia, Berrybenka, Hijabenka, Sociolla, Lakupon, dan Pesona Nusantara.

Pasca akusisi oleh Grab, platform kudo kemudian diintegrasikan secara penuh ke dalam ekosistem pembayaran milik Grab, yaitu Ovo.

Nilai akuisisi Kudo ditaksir mencapai sekitar USD100 juta. Sebuah angka yang fantastis untuk sebuah perusahaan berumur 3 tahun.

Di bawah kendali Grab, Kudo juga digunakan ride hailing asal Malaysia itu untuk menjaring driver. Sebagai pemanis, setiap agen Kudo yang dapat merekrut driver Grab bakal mendapatkan komisi.

Setelah tergabung dengan Grab, berbagai perubahan terjadi pada struktur Kudo.

Akhir tahun lalu Albert Lucius, melepaskan jabatannya sebagai CEO Kudo dan bergabung sebagai eksekutif di Ovo.

Platform pembayaran ini dikuasai Grab setelah mengambil alih saham Grup Lippo di Ovo.

Posisi CEO Kudo digantikan oleh Agung Nugroho, yang sebelumnya jadi Chief Operations Officer (COO).

Pasca masuknya Albert, aliansi Ovo dan Kudo semakin menjadi. Dua platform pembayaran itu saling berbagi peran untuk menjaring konsumen. Misalnya kepada Mitranya, Kudo menjanjikan seluruh fitur OVO Cash.

Terkait kasus pembobolan bank, Kudo menyatakan bahwa tak ada masalah keamanan pada aplikasi Kudo untuk melakukan transaksi.

“Kudo telah melakukan pengecekan kembali kepada Direktorat Siber Bareskrim Polri dan menyimpulkan bahwa tidak ada pernyataan dari Direktorat Siber Bareskrim Polri yang menyebutkan kesalahan atau pun masalah keamanan pada aplikasi Kudo,” ungkap Communications Specialist Kudo Purinta Nira Diani, dalam keterangan resminya, Rabu 11 September 2019.

Komentar

Rekomendasi

Gara-gara Bawang, Pengusaha Minta Mentan Syahrul Yasin Limpo Mundur

Tiga Jemaah Masjid Positif COVID-19 di Jakarta, Ratusan Jemaah Lain Terpaksa Diisolasi

Senam Pagi Cegah Covid-19

Gempa 5,8 SR Guncang Sulteng, Dirasakan di Mamuju Hingga Soroako

Dokter Sekaligus Komandan Penanganan Corona Jatim Ungkap Kelemahan Covid-19

Tanpa Gejala, Kepala Bandara Hasanuddin Makassar Positif Corona

Imbas Corona, Maskapai di Indonesia Terancam Bangkrut dan PHK Karyawannya

Beredar Video Satpam Terkapar di Pinggir Jalan, Ternyata Hipertensi Bukan Corona

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar