Temukan dugaan kejahatan perekrutan PPK dan PPS, HMI akan gempur KPU

Ketua Bidang PTKP HMI cabang Jeneponto, SAPARUDDIN LA'LANG/Syarief

TERKINI.id, JENEPONTO – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jeneponto menganggap perekrutan PPK dan PPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jeneponto melabrak UU dan PKPU.

Rekrutmen yang dilakukan KPU Jeneponto mulai dari PPK dan PPS di anggap melabrak kewenangan dan fungsi KPU Jeneponto, yang diduga ditengarai adanya permainan dan kejahatan terstruktur yang dilakukan oleh oknum Komisioner KPU Jeneponto.

“Rekrutmen ini kami anggap bahwa oknum komisioner KPUD Jeneponto tidak independen dalam menjalankan amanahnya, terdapat indikasi yang kami duga suatu kejahatan yang dilakukan oleh oknum komisioner KPU Jeneponto dalam tahapan perekrutan PPK dan PPS,” kata Ketua Bidang PTKP HMI cabang Jeneponto, SAPARUDDIN LA’LANG.

Untuk itu, dia menghimbau kepada seluruh masyarakat Jeneponto untuk turut serta mengawasi kinerja KPU Jeneponto yang dia anggap tidak independen.

“Kejahatan ini tidak boleh kita biarkan terjadi di daerah kita, semua temuan-temuan yang kami temukan akan kami tindak lanjuti ke Panwas Jeneponto dan DKPP, kuat dugaan di dalam perekrutan PPK dan PPS terdapat permainan yang dilakukan oleh oknum Komisioner KPU Jeneponto, sarat dengan KKN, bahkan terdapat sejumlah anggota PPK dan PPS yang dipaksakan lulus,” ujarnya.

Baca :Perkuat dukungan, NH menyisir basis Nurdin Abdullah

Terkait dengan beberapa dugaan kejahatan yang ditemukan, HMI Cabang Jeneponto berencana akan melangsungkan aksi di kantor KPU Jeneponto.

“Terkait dengan kasus yang melanda di KPU Jeneponto, maka kami dari kader Himpunan Mahasiswa Islam akan melangsungkan aksi unjuk rasa pada hari Senin, 20 November 2017 untuk menyampaikan Aspirasi Rakyat yang mana rakyat hari ini merasa dizalimi oleh KPU Jeneponto” ungkapnya.

Penulissyarief