Lagi, Dua Buron Kelas Kakap RI Ditangkap di Amerika Serikat

Terkini.id – Aparat di Amerika Serikat, menangkap dua buronan kelas kakap Indonesia. Dua buron tersebut antara lain Indra Budiman dan Sai Ngo Ng. 

Indra diketahui adalah tersangka kasus penipuan dan pencucian uang Condotel Swiss Bell, Bali pada tahun 2015 lalu. 

Sementara itu, Sai Ngo Ng merupakan tersangka kasus korupsi pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim cabang Woltermongonsidi, Jakarta Selatan.

Mengutip dari tayangan tvOne, keduanya diamankan pihak Imigrasi setempat. Hal ini dibenarkan oleh Atase Polri di Washington DC dan KJRI di Houston Amerika Serikat.

Saat ini, keduanya dalam pengawasan ICE atau Dinas Imigrasi Amerika Serikat. Atase Polri di Washington DC dan Konsulat Jenderal RI di Houston Amerika Serikat membenarkan informasi tersebut.

Menarik untuk Anda:

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, saat ini ada dua buronan kasus penipuan di Indonesia yang telah ditangkap pihak keamanan di Amerika Serikat.

Neta menyayangkan sikap lambat pihak kepolisian Indonesia merespons penangkapan dua buron tersebut. Tidak seperti saat memburu buronan kasus pengalihan utang Bank Bali, Djoko Tjandra.

“Padahal kedua buronan ini lebih merugikan banyak orang dan jumlah uang yang dikemplangnya lebih besar,” ujar Neta lewat keterangan tertulis.

Menurut Neta, kedua buron yang tertangkap itu adalah Indra Budiman dan Sai Ngo NG. Mereka terjerat kasus penipuan di Indonesia pada 2015 lalu dan buron sebelum akhirnya tertangkap.

Indra Budiman dan Sai Ngo NG masuk dalam daftar Red Notice pada 2018 silam.

Neta mengatakan, informasi tentang penangkapan keduanya diperoleh dari sumber terpercaya. Mereka ditangkap pihak Imigrasi AS dan masih mengupayakan pengiriman ke Indonesia.

Siapa Indra Budiman dan Sai Ngo NG?

Indra Budiman merupakan buronan kasus penipuan dan money laundering terkait penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta, Bali.

Korban tersebar di Jakarta, Bandung, Bali dan Yogyakarta. Sebagian uang hasil penipuan itu digunakan untuk trading dan investasi. Sebagian lagi untuk membeli rumah, tanah dan kendaraan pribadi. 

Tak tanggung-tanggung, Indra Budiman disebut-sebut merugikan para korban hingga Rp 800 Miliar.

Dalam aksinya, Indra bersekongkol dengan rekannya, Christopher Andreas Lie. Namun, Christopher telah ditangkap pada 2015 lalu. Sedangkan Indra melarikan diri.

Mereka mengelabui korban dengan membentuk perusahaan konsultan properti yang menjual apartemen dan condotel seharga lebih Rp 1 Miliar.

Ada 12 properti yang mereka jual melalui PT Royal Premier Internasional. Yakni sektor properti yang dikemas dengan program investasi emas dan asuransi. Iming-imingnya, para investor akan balik modal 10 hingga 15 tahun kemudian.

Di samping itu, keduanya juga menjanjikan keuntungan cash back sebesar dua persen serta hadiah kendaraan mewah. 

Dalam kasus ini, Christopher melakukan kontrak pembelian dengan developer atas nama korban. Namun ternyata dia tidak membayarkan uang customer sepenuhnya. 

Sedangkan Sai Ngo NG terlibat kasus korupsi terkait pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim Cabang Woltermonginsidi Jakarta.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bukan di Tol Makassar, Pemotor Tewas Ditimpa Besi Proyek Terjadi di Jakarta Timur

Viral Pria Pergoki Wanita Diduga Kekasihnya Tidur di Ranjang dengan Lelaki Lain

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar