Lagi! Lima Anggota Pemuda Pancasila Kembali Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Polisi

Terkini.id, Jakarta – Lima anggota Pemuda Pancasila kembali ditetapkan sebagai tersangka terkait pengeroyokan terhadap seorang anggota polisi dalam aksi demo yang berujung ricuh di depan Gedung DPR beberapa waktu lalu.

Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali menjadi korban pengeroyokan, saat bertugas mengamankan aksi demo tersebut.

“Kita tetapkan tentu sebagai tersangka dan menjalani proses penyidikan saat ini ada 5 orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam konferensi pers, Selasa 30 November 2021.

Baca Juga: Heboh! Anggota Polisi Beli Motor Puluhan Juta Dengan Uang Receh,...

Dikabaran penambahan jumlah tersangka ini berdasarkan hasil pendalaman rekaman CCTV di lokasi dan keterangan saksi. Dengan demikian, total ada enam tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap anggota polisi ini.

Diketahui bahwa lima anggota PP yang ditetapkan sebagai tersangka ini memiliki peran berbeda. Tersangka AS berperan mengejar, menarik serta memukul korban dengan tangan kosong.

Baca Juga: Pemuda Gereja Akan Lapor Polisi, Lantaran Tidak Terima Karena UAS...

Lalu, tersangka WH berperan memprovokasi, mengejar, dan memukul korban. Kemudian, tersangka DH memiliki peran mengejar, memukul, dan menendang korban.

Selanjutnya, tersangka ACH berperan memukul korban dengan menggunakan kayu. Terakhir, tersangka MBK berperan mengejar, menarik, dan memukul korban dengan tangan kosong.

Selanjutnya dikabarkan bahwa dari tangan para tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, seragam ormas PP, handphone, KTP, hingga sebilah bambu.

Baca Juga: Pemuda Gereja Akan Lapor Polisi, Lantaran Tidak Terima Karena UAS...

“Ini seragam ini dimiliki oleh semua tersangka jadi tersangka ini adalah anggota ormas Pemuda Pancasila,” tutur Zulpan, dilansir dari CNN Indonesia.

Selanjutnya, kelima tersangka inipun telah ditahan, dan dikenakan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP dan atau pasal 216 KUHP dan atau pasal 218 KUHP.

“Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun 6 bulan,” ucap Zulpan.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya bahwa Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan 16 anggota PP sebagai tersangka terkait aksi demo berujung kericuhan di depan Gedung DPR. Mereka dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena kedapatan membawa senjata tajam dalam aksi demo tersebut.

Bagikan