Lakpesdam PBNU: Korupsi Sudah Berat, Tapi Kekerasan Seksual Lebih Berat Lagi

Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembagnan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama atau Lakpesdam PBNU, Marzuki Wahid mendukung pengesahan Rancangan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS).

Marzuki Wahid menegaskan bahwa kekerasan seksual adalah kejahatan yang sangat berat, bahkan lebih berat dari korupsi/

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi bertema “Stop Kekerasan Seksual di Sekitar Kita” di Ruang Abdul Muis, Gedung Kura-kura, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta yang diselenggarakan pada Jumat, 26 November 2021.

Baca Juga: Bela Ubedilah Badrun, Benny Harman: Korupsi Harus Dikawal Jangan Malah...

“Saya mengatakan korupsi itu tindakan yang berat sekali, kejahatan yang berat, kekerasan seksual lebih berat dari korupsi,” katanya, dilansir dari RMOL.

Marzuki Wahid menjelaskan bahwa dampak yang ditimbulkan oleh kejahatan korupsi masih bisa dipulihkan.

Baca Juga: Laporkan Ubedilah Badrun, Pengamat Sebut Immanuel Ebenezer Permalukan Jokowi

Hal ini, menurutnya, berbeda dengan dampak kekerasan seksual yang perlu rehabilitasi panjang untuk memulihkan kondisi korban.

Bahkan, Marzuki Wahid menyoroti bahwa ada dampak dari kekerasan seksual yang tidak dapat dipulihkan.

“Trauma, kehormatan, kesucian, kemuliaan, martabat, itu tidak bisa dipulihkan. Ini kekerasan seksual lebih berat daripada korupsi. Korupsi sudah berat, tapi kekerasan seksual lebih berat lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Laporkan Ubedilah Badrun, Pengamat Sebut Immanuel Ebenezer Permalukan Jokowi

Marzuki Wahid juga menyinggung bahwa dalam perspektif agama, kekerasan seksual merupakan perbuatan yang haram dan wajib untuk dicegah.

Ia juga menengarai bahwa isu-isu agama belakangan dijadikan dalih oleh sejumlah pihak untuk menyarankan penolakan pada RUU TPKS.

“Teman-teman bisa membaca sendiri ada kepentingan, agama dijadikan tameng alasan aja, politisasi. Bisa jadi kalau patriarki disebut-sebut,” tandas Marzuki Wahid.

Bagikan