Lama Tak Muncul Sebagai Kepala KSP, Moeldoko Mengaku Diperintah Jokowi Bicara Soal TMII

Terkini.id, Jakarta – Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko mengaku diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan mengenai proses pengambil-alihan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita.

Menurut Moeldoko, ia ditugaskan menyampaikan penjelasan agar tidak terjadi simpang siur di publik.

“Saya dapat perintah dari Pak Jokowi untuk menyampaikan berkaitan dengan TMII agar tidak simpang siur,” kata Moeldoko, Jumat, 9 April 2021, dilansir dari CNN Indonesia.

Baca Juga: Moeldoko Kalah Lagi Lawan AHY, Politikus Demokrat: 8-0, Jenderal Dikalahin...

Seperti diketahui, belakangan ini Moeldoko lebih sering diberitakan sebagai sosok Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Pasca Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menolak hasil KLB tersebut, Moeldoko juga masih tampil mengatasnamakan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat saat mengucapkan dukacita atas bencana NTT dan NTB.

Baca Juga: Sindir AHY, Chusnul Chotimah: Bocil Masih Aja Mencoba Adu Domba...

“Saya, Dr. Moeldoko, Ketua Umum DPP Partai Demokrat beserta keluarga besar Partai Demokrat di seluruh Tanah Air menyampaikan dukacita mendalam kepada saudara-saudara kami di NTT dan NTB yang ditimpa musibah bencana alam,” kata Moeldoko Selasa, 6 April 021, dilansir dari Detik News.

Adapun dalam konferensi pers hari ini, Moeldoko sempat ditanya awak media mengenai kisruh Partai Demokrat. Namun, ia menolak menjawab.

“Ini kantor kepresidenan,” tegas Moeldoko, dilansir dari Merdeka.com.

Baca Juga: Sindir AHY, Chusnul Chotimah: Bocil Masih Aja Mencoba Adu Domba...

Mantan Panglima TNI itu meminta media untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan kerja-kerja KSP ketika ia berada di kantornya.

“Tanya yang berkaitan dengan kerja-kerja KSP. Jangan ikut-ikutan primitif,” ujarnya.

Sebagai catatan, beberapa pihak sebelumnya telah meminta Moeldoko agar mundur atau dipecat dari posisinya di KSP sejak berurusan dengan Partai Demokrat.

Salah satu yang mendesak yakni Ketua Umum Kelompok Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer.

Immanuel menilai bahwa manuver Moeldoko di Partai Demokrat dapat merusak citra Presiden jika masih menjabat sebagai Kepala KSP.

“Bisa berdampak buruk bagi Istana. Moeldoko harusnya dicopot segera atau mundur untuk menjaga nama baik Presiden Jokowi,” ujarnya pada Minggu, 7 Maret2021, dilansir dari Media Indonesia.

Bagikan