Larang Pria Cukur Jenggot, Taliban Sebar Intel ke Salon-salon Tempat Cukur dan Siapkan Hukuman

Terkini.id, Kabul – Penguasa Afghanistan, yakni Taliban memberlakukan kembali aturan dahulu pernah diberlakukan, yakni dilarang memotong janggut bagi pria.

Pria yang mencukur jenggot dianggap melanggar interpretasi mereka soal syariat.

Menurut keterangan polisi keagamaan yang dibentuk Taliban, siapapun yang melanggar bakal mendapatkan hukuman.

Baca Juga: Serukan Polisi Panjangkan Jenggot, Polri Cinta Sunnah: Bukan Halangan Bekerja

Perintah tersebut tidak cuma diberikan kepada tukang cukur di Provinsi Helmand, tetapi juga di ibu kota Kabul.

Sejak kembali ke kekuasaan pada 15 Agustus, Taliban sudah mulai menerapkan aturan ketat yang sempat berlaku pada 1996-2001 tersebut, sebelum invasi Amerika.

Baca Juga: Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem

Pada Sabtu 25 September 2021, milisi menembak mati dan menggantung mayat empat terduga penculik di alun-alun kota Herat.

Dalam pengumuman yang diberikan kepada salon di Helmand, milisi memeringatkan untuk mengikuti syariat mengenai gaya rambut dan jenggot.

“Tidak ada yang berhak untuk melontarkan keluhan,” demikian isi dalam pengumuman itu seperti dilansir BBC Minggu 26 September 2021.

Baca Juga: Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem

Salah satu pemilik salon di Kabul mengungkapkan, Taliban sering mendatanginya dan memerintahkannya berhenti mencukur jenggot.

“Salah satu dari anggota mereka mengancam, mereka bakal mengirim polisi yang menyamar untuk menangkap kami,” kata dia.

Penata rambut lain di ibu kota juga menceritakan, dia sempat ditelepon pejabat yang memintanya tidak meniru gaya AS.

Selama berkuasa pada 1996-2001, Taliban melarang gaya rambut flamboyan dan setiap pria Afghanistan diwajibkan menumbuhkan jenggot.

Tetapi sejak mereka dilengserkan 20 tahun silam, penampilan wajah yang mulus begitu populer dengan publik ke salon untuk mendapat gaya yang oke.

Si pemilik salon yang tidak ingin disebutkan identitasnya tersebut berujar, aturan baru itu membuat mereka kesulitan mencari nafkah.

Selama bertahun-tahun, dia menceritakan salonnya menjadi rujukan anak muda yang ingin tampil trendi dengan wajah bersih.

“Salon fesyen dan tukang cukur jadi bisnis yang dilarang. Ini pekerjaan saya selama 15 tahun. Saya tidak yakin ingin melanjutkannya lagi,” kata dia.

Tukang cukur lain di Herat mengatakan, meski dia belum mendapat permintaan resmi, dia sudah berhenti menawarkan cukur jenggot.

Dia berkata, pelanggan juga berhenti meminta jenggotnya dicukur karena takut menjadi target Taliban saat di jalan.

Dampaknya, publik pun mulai jarang ke salon. “Tidak ada lagi yang peduli dengan tatanan rambut maupun jenggot mereka,” paparnya

Bagikan