Lengan bayi ini patah karena ditarik paksa petugas medis

Terkini.id, Makassar – Terkait pemberitaan bayi yang mengalami patah tangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sinjai akibat ditarik paksa petugas medis menuai protes.

Ibu bayi Andi Yuliana Lukman saat itu menjalani proses persalinan normal dengan bantuan petugas medis pada Jumat (11/05/2018) lalu.

Pemberitaan pada 28 Mei 2018 oleh salah satu media lokal di Sinjai menyebutkan perawat yang menolong persalinan bayi hingga mengalami patah tangan.

Perawat protes

Membuat sejumlah perawat melakukan protes keras. Salah satunya datang dari Mahasiswa Pascasarjana Keperawatan Unhas Haeril Amir.

Haeril mengatakan berita ini sudah menjadi viral di grup medsos facebook perawat se Indonesia.

“Ini membuat citra profesi ini menjadi buruk,” kata Haeril Amir saat ditemui di Makassar Rabu 30 Mei 2018.

Ia mempertanyakan apakah betul perawat yang melakukan hal tersebut.

Walaupun media tersebut sudah mengklarifikasi, kata Haeril, bahwa yang melakukan pertolongan bukanlah perawat tetapi bidan.

“Bukankah aturan persalinan sudah jelas tertera dalam permenkes no. 97 tahun 2014 pasal 14 ayat 1 yakni persalinan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan tidak mungkin rumah sakit daerah tidak memiliki tenaga bidan,” jelas Haeril.

Ia berharap Persatuan perawat Nasional Indonesia (PPNI) setempat melakukan langkah langkah yang bisa mengembalikan nama baik profesi ini.

“Supaya profesi keperawatan tidak disepelekan. Selain itu ini menjadi bahan evaluasi bagi tenaga kesehatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini