Lewat KPAJ Makassar, Ahmad Yani Dedikasikan Hidupnya Untuk Anak-anak Jalanan

KPAJ Makassar
Pendiri KPAJ Makassar, Ahmad Yani (kanan belakang). (Foto: Istimewa)

Terkini.id, Makassar – Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) Makassar membuktikan bahwa mengangkat derajat anak-anak jalanan dan terlantar harus dilandasi dengan kasih sayang dan pendidikan karakter.

“Saya telah mengamati dan berinteraksi langsung dengan anak jalanan Kota Makassar selama 7 tahun, bersama KPAJ Makasaar telah membina lebih dari 100 anak-anak jalanan dan terlantar di Makassar,” kata Ahmad Yani, Pendiri KPAJ Makassar, Minggu, 11 Agustus 2019.

Menurutnya, anak-anak jalanan itu dipaksa orang tua mereka mencari nafkah di usia belia dengan cara meminta-minta di jalan dan sebagian menjadi pemulung atau penjual tissu atau koran di jalanan.

Tragisnya, kata Yani, banyak dari mereka yang diperlakukan tidak layak dan tidak mendapatkan pendidikan. Inilah salah satu alasan alumni Pasca Sarjana Megister Pendidikan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini mewakafkan hidupnya untuk anak jalanan.

Ahmad yani bersama KPAJ Makassar telah melakoni pengajaran pendidikan berkarakter, pendidikan agama di sekolah non formal  sejak 2012 silam, dan tidak sedikit dari anak jalanan yang putus sekolah disekolahkan kembali.

KPAJ Makassar
Ahmad Yani mendidik anak-anak jalanan di Kota Makassar. (Foto: Istimewa)

Ahamad Yani sendiri tidak bermaksud menyelamatkan semua anak jalanan. Ia hanya mencoba melakukan hal baik yang ia bisa.

“Mendidik anak-anak jalanan itu harus dengan kasih sayang. Juga menumbuhkan karakter melalui pendekatan agama,” ujarnya.

Itulah sebabnya, di KPAJ Makassar komunitas yang ia dirikan, dibuka kelas mengaji, kelas pendidikan karakter melalui pendekatan agama, dan sesekali liburan bersama anak jalanan untuk lebih mendekatkan diri dengan mereka.

“Langkah awal untuk menarik minat belajar anak jalanan agar mereka dapat duduk manis belajar, harus ada hadiah biasanya berupa makanan atau hadiah lainnya,” ungkapnya.

“Mereka kan berkeliaran di jalan untuk mencari makan. Itulah kuncinya. Kami selalu memberi mereka makan dan mereka selalu mau belajar,” sambungnya.

Namun hal itu, lanjut Ahmad Yani, tidak membuat mereka ketergantungan berharap makanan karena ketika KPAJ Makassar mengajar tanpa hadiah mereka tetap antusias belajar. Mungkin karena mereka sudah dekat dengan relawan KPAJ Makassar.

“Kenapa KPAJ Makassar lebih menekankan pendidikan karakter berbasis agama? Karena mereka bisa diserap dunia kerja dan bisa diterima jika telah memiliki karakter yang bermartabat,” terangnya.

KPAJ Makassar
Pengurus KPAJ Makassar. (Foto: Istimewa)

Untuk pemerintah, Ahmad Yani menyarankan sebaiknya anak-anak jalanan yang dirazia oleh instansi terkait, dimasukkan dalam asrama lalu dididik oleh guru-guru yang dedikatif dan penyayang.

“Ajarkan juga karakter dan pendidikan formal agar mereka bisa mempunyai bekal dalam hidup. Itu cara untuk menyelamatkan generasi bangsa,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Menginspirasi, Polisi Ini Jadi Guru Ngaji dan Bahasa Arab

Sosok Dadang Suhendi, Mantan Kakanwil ATR/BPN Sulsel di Mata Bawahannya

Dulu Urus Ban Mobil, Kini Sukses Jadi Desainer Aksesoris Kelas Dunia

Meski Punya Bisnis yang Sama, Karaeng Hilda: Sukses Bersama Lebih Indah

Daeng Naba dan Asal Usul Nama Warkop ‘Dottoro’

Kepala Madrasah Inspiratif Ini, Bawa MTsN I Jeneponto Raih Segudang Prestasi

Bupati Cantik Ini Ajak Perempuan Berkiprah di Ranah Politik

Puteri Indonesia Nadine: Ibu adalah ‘Institut’ Utama Bagi Anak

Pesan Bupati IDP di Hari Ibu: Karakter Ibunya adalah Pekerja Keras

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar