Lewat Mimpi, Almarhum Guru Honorer Budi Hartanto Minta Kepalanya Ditemukan

Budi Hartanto
Guru honorer korban mutilasi Budi Hartanto semasa hidup

Terkini.id, Blitar – Kasus kematian Budi Hartanto (28), warga Kota Kediri yang jasadnya ditemukan tanpa kepala di dalam koper di Kabupaten Blitar pada Rabu, 3 April 2019 silam, sampai saat ini masih menyimpan misteri.

Selain pelaku yang belum tertangkap, keberadaan kepala korban juga sampai saat ini belum ditemukan.

Beberapa kerabat korban baru-baru ini mengaku didatangi almarhum lewat mimpi. Salah satunya Robby (24) yang mengaku bermimpi bertemu Budi.

Ia melihat Budi sedang berdiri namun dalam kondisi bersedih. Saat itu kepalanya menunduk.

“Saya bermimpi Budi berdiri berpakaian serba putih dan tampak raut wajah sedih. Kepalanya ada dan menunduk. Saat saya tanya, dia tidak menjawab,” kata Robby, dikutip dari Radar Pagi, Kamis, 11 April 2019.

Senada dengan Robby, teman korban lainnya berinisial NV (20) mengaku bermimpi didatangi Budi hingga dua kali. Mimpi yang terakhir ia alam pada Selasa 9 April 2019.

Ketika itu, NV bermimpi dirinya melihat Budi, namun kepalanya tidak terlihat.

“Saya mimpi dua kali. Yang pertama seperti perawakan Budi, tapi saat itu kepalanya tidak terlihat, tertutup bayangan hitam. Nah yang tadi malam, saya kembali bermimpi jelas kalau Budi datang dan minta tolong supaya kepalanya ditemukan,” kata NV.

“Dia juga minta didoakan agar jasadnya kembali utuh. Mungkin karena memang kepalanya hingga saat ini belum ditemukan,” sambungnya.

Polisi ungkap alasan pembunuh memutilasi kepala Budi Hartanto

Budi Hartanto
Budi Hartanto semasa hidup

Polisi sebelumnya telah mengumumkan ke publik terkait hasil uji forensik atas jasad Budi Hartanto. Dari hasil tersebut telah diketahui alasan pelaku membunuh dan memutilasi kepala korban.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, dari hasil uji forensik ada dua dugaan alasan pelaku memutilasi korban tepat di lehernya.

Dari hasil labfor, kata Barung, diketahui kepala korban telah dipotong saat sudah meninggal.

“Pemotongan di bagian leher adalah ketika yang bersangkutan sudah meninggal,” ujar Barung, dikutip dari Realita.

Dugaan sementara alasan pelaku memotong kepala korban yakni pertama untuk menghilangkan jejak.

“Jadi ada dua upaya, pertama untuk menghilangkan jejak. Dan dugaan kedua adalah ketika pelaku hendak memasukkan mayat korban yang diketahui berprofesi guru ini, ke dalam koper, ternyata tidak muat,” ungkap Barung.

Polisi hingga saat ini masih memburu dua terduga pelaku pembunuh Budi Hartanto. Dari penyelidikan polisi, diketahui keduanya sering berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran aparat.

Berita Terkait