Lima Provinsi yang Alami Peningkatan Tajam Virus Corona, Sulsel Ketiga

Terkini.id, Jakarta – Hingga Selasa 23 Juni 2020, kasus positif corona (covid-19) di Indonesia masih terus mengalami peningkatan signifikan.

Hingga kemarin, akumulasi totalnya sudah mencapai 47.896 orang.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Penanganan virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto mengungkapkan, dari penambahan ini sebanyak lima provinsi yang mengalami kenaikan kasus positif yang signifikan.

Baca Juga: Plt Gubernur Sulsel Keluarkan Surat Edaran Terbaru Penetapan PPKM

“Ada lima provinsi yang melaporkan kenaikan kasus yang cukup signifikan,” kata Achmad Yurianto di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa 23 Juni 2020.

Lima provinsi tersebut yang pertama adalah Jawa Timur didapatkan laporan kasus baru 258 orang dan sembuh 60 orang.

Baca Juga: Kebut Vaksinasi, Mobile Vaccinator Sasar Pelajar di Maros

“Kemudian DKI Jakarta 160 kasus baru dan 100 sembuh. Sulawesi Selatan 154 kasus dan 42 sembuh. Sumatera Utara 117 kasus dan 3 sembuh. Papua 55 kasus dan tidak ada laporan sembuh,” ucap Yuri.

Selain itu kata Yuri, beberapa provinsi lainnya melaporkan kasus sembuh lebih banyak daripada kasus konfirmasi dilaporkan hari ini. Sebagai contoh Jawa Tengah hari ini melaporkan kasus baru 49 orang namun sembuh ada 50 orang.

Kalimantan Selatan 27 kasus baru dan 28 sembuh. Sumatera Selatan 16 kasus baru dan 47 sembuh.

Baca Juga: Kebut Vaksinasi, Mobile Vaccinator Sasar Pelajar di Maros

“Banten 9 kasus baru dengan 13 sembuh. Kemudian Sumatera Barat 5 kasus baru dengan 20. Jambi 2 kasus baru dengan 20 sembuh. Maluku satu kasus baru dan 4 sembuh. Kalimantan Utara tidak ada penambahan kasus namun melaporkan 10 kasus sembuh. Bangka Belitung juga demikian,” jelas Yuri.

Yuri mengungkapkan, secara keseluruhan ada 18 provinsi dengan penambahan di bawah 10 kasus.

“Kemudian 8 provinsi yang hari ini tidak melaporkan kasus sama sekali. Akumulasi kasus sembuh pada hari ini adalah 506 orang, sehingga totalnya menjadi 19.241. Sementara 35 orang dilaporkan meninggal dan totalnya menjadi 2.535 orang,” ujarnya.

Sebagian kasus yang didapatkan hari ini, kata Yuri sebagian besar adalah dari hasil kontak tracing yang dilaksanakan secara agresif. “Disertai dengan pemeriksaan tes secara lebih masif pada kasus-kasus yang kita temukan di kontak tracing,” ungkapnya.

Kontak tracing ini kata Yuri, yang menjadi penting terutama untuk daerah-daerah yang masih menunjukkan penambahan kasus yang cukup tinggi. “Atau rata-rata kasus berjumlah per 100 ribu penduduknya masih cukup tinggi. Harus kita lakukan kontak tracing dengan lebih agresif, dilanjutkan dengan melaksanakan pemeriksaan yang lebih masif,” jelasnya.

Dari kontak tracing ini juga mendapatkan kasus Orang Dalam Pemantauan sebanyak 35.983 orang. Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 13.348 orang. “Ini yang kita lakukan. Sehingga pada hari ini pun juga masih di laporkan kasus ODP yang masih dipantau sebanyak 35.938 orang. Dan kasus PDP yang dilakukan pengawasan sebanyak 13.348 orang,” kata Yuri.

Bagikan