Lima Tahun Jokowi, Ini Aneka Subsidi Energi yang Dicabut

illustrasi jokowi, jokowi harga naik, karikatur jokowi, grafis jokowi
Ilustrasi Jokowi. (Foto: terkini.id)

Terkini.id, Makassar – Dalam lima tahun terakhir pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, telah memutuskan mencabut sejumlah alokasi subsidi.

Alasan pemerintah mencabut berbagai subsidi pun beragam.

Salah satunya, subsidi bakal dialokasikan ke yang berhak alias masyarakat kurang mampu hingga dana subsidi akan dialihkan untuk pembangunan.

Menarik untuk Anda:

Apa saja subsidi yang telah dicabut dan akan dicabut oleh Pemerintah?

Gas 3 Kg

Subsidi gas 3 Kg akan dicabut oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Nantinya, subsidi takkan diberikan per tabung, tapi langsung ke penerima manfaat alias masyarakat tidak mampu.

Meski demikian, bukan berarti penerima manfaat bebas sebanyak-banyaknya menggunakan gas 3 Kg. Sebab, dalam 1 bulan mereka hanya dijatah maksimal 3 tabung kg.

Setelah subsidi dicabut, nantinya harga jual gas 3 Kg akan disesuaikan dengan harga pasar. Harganya diperkirakan sekira Rp 35 ribu.

“Penerapan subsidi Elpiji tertutup tidak lagi pada barang, tapi tepat sasaran,” kata Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa 14 Januari 2020.

Rencananya, penerapan penyaluran subsidi Elpiji tertutup akan diterapkan pada pertengahan 2020 setelah pemerintah menetapkan mekanisme penyaluran subsidi Elpiji tertutup.

“Metode seperti apa kita bahas, kita putuskan tahun ini, mudah-mudahan pertengahan tahun ini,” tandasnya.

Listrik 900 VA

Kemudian, pada Januari 2020, pemerintah juga mencabut subsidi listrik 900 Volt Ampere (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM). Jadi, tarif listrik golongan pelanggan itu akan disesuaikan dengan golongan pelanggan non subsidi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengungkapkan, tarif listrik golongan pelanggan tersebut mengalami penyesuaian mengikuti golongan pelanggan non subsidi golongan 1.300 VA, pencabutan subsidi untuk 900 VA non subsidi akan berlaku mulai Januari 2020.

Pada November 2019, golongan 900 VA RTM dikenakan tarif sebesar Rp1.352 per kilo Watt hour (kWh), sedangkan tarif golongan non subsidi 1.300 VA Rp1.467,28 per kWh. Jumlah pelanggan listrik 900 VA RTM sebanyak 6,9 juta pelanggan.

Rida memperkirakan, dengan pencabutan subsidi listrik untuk golongan pelanggan 900 VA RTM, maka tagihan listriknya akan naik Rp29 ribu per bulan.

BBM Bersubsidi

Di awal periode kepemimpinan Joko Widodo sebagai presiden, Jokowi mencabut subsidi BBM bersubsidi. Jokowi menghapus subsidi BBM, khususnya Premium.

Menurutnya, keputusan ini merupakan bentuk upaya pemerintah memperbaiki kesalahan masa lalu dengan mengalihkan subsidi BBM yang nilainya mencapai Rp300 triliun per tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, pengalihan subsidi BBM digunakan untuk pembangunan infrastruktur, anggaran pendidikan, dan bantuan sosial.

“Kita konversi subsidi menjadi pengeluaran buat bangun infrastruktur, bansos, pendidikan. Karena pemerintah sangat sadar perlu membangun pondasi pertumbuhan, produktivitas, dan pemerataan,” ujarnya saat Konferensi Pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Berhati Malaikat, Pria Ini Sering Bayarkan Tagihan RS Pasien Miskin

Sulsel Kedua Pasien Sembuh Covid-19 Tertinggi, Satgas: Kuncinya Perilaku Masyarakat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar