Limbah marmer bawa pengrajin ini ke tanah suci

Muhammad Tahir (52 tahun)

Terkini.id, Pangkep – Bagi sebagian warga, limbah marmer tak berguna. Kalaupun ada yang mengambil, biasanya hanya digunakan untuk lantai halaman rumah atau kamar mandi saja.

Namun ditangan Muhammad Tahir (52 tahun), warga Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Pangkep, limbah marmer diolah menjadi berbagai perabotan rumah tangga yang bernilai rupiah tinggi. Sejak 2002, Tahir menjadikan profesi pengrajin marmer sebagai pilihan hidup.

Kepada terkini.id, ia menuturkan dirinya belajar membuat berbagai perabotan marmer ini dari seorang pengrajin dari Jawa yang pernah menetap di kampungnya. Meski yang belajar beberapa orang, namun hanya Tahir yang menekuni dan melanjutkan usaha kerajinan marmer dari gurunya itu.

Muhammad TahirĀ 

“Saya belajar dari orang Jawa yang pernah tinggal disini. Dia pergi, saya yang lanjutkan. Alhamdulillah banyak yang suka,” ucapnya disela-sela aktifitasnya.

Pesanan yang datang umumnya meja makan dan meja tamu. Dengan peralatan seadanya seperti gerinda dan lem khusus marmer, ia bekerja di halaman rumahnya. Untuk harga, ia mematok tergantung ukurannya yang berkisar Rp1,5 juta sampai Rp4,5 juta. Dalam sebulan ia bisa menyelesaikan empat sampai lima pesanan yang datang.

Menarik untuk Anda:

“Sekarang lebih banyak pesanan meja saja. Kalau untuk hiasan atau asbak sudah kurang,” ucapnya.

Meski sudah lama menjalankan usaha ini, namun Tahir masih sebatas menerima pesanan saja. Ia belum mampu membeli limbah marmer dari perusahaan-perusahaan marmer. “Orang bawa marmer sendiri, saya hanya kerjakan saja. Sebenarnya, mauka juga modali sendiri marmernya tapi belum cukup uang,” kata Tahir.

Salah seorang warga pengguna karyanya, Hasan Side mengaku sangat puas dengan meja makan buatan Tahir. Meja makan dengan profil indah itu, kata Hasan, sudah dia gunakan cukup lama.

“Bagus sekali mejanya. Jangan ditanya soal awetnya karena ini batu marmer yang kuat dan tahan lama,” kata Hasan yang datang untuk kembali memesan meja untuk kerabatnya yang lain.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dosen STKIP Pembangunan Indonesia Makassar Latih Warga Pulau Sabutung Buat Produk Olahan Ikan

Lahan Pertanian Kering, Anir-Lutfi Rencanakan Perluas Bendungan Tabo-tabo

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar