LSM Soroti Pekerjaan Revitalisasi Danau Tempe yang Menewaskan Dua Pekerja

Pekerja danau tempe
Ketua LSM Pelita Keadilan Nur Alam Abra

Terkini.id, Soppeng – Terkait tenggelam dua pekerja Danau Revitalisasi Danau tempe berada di Kampung Anitue, Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriawa, pihak Lembaga Swadya Masyarakat (LSM) Pelita Keadilan menyayangkan perusahaan tidak memberikan jaminan keamanaan bagi para pekerja.

Korban tenggelam yakni Wandi dan Ocang yang juga warga Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng.

Keduanya tewas tenggelam akibat diduga perahu yang digunakan kelebihan muatan dan tanpa mengunakan alat pengaman.

Ketua LSM Pelita Keadilan Nur Alam Abra mengatakan bahwa perusahaan harusnya memberikan alat pengaman bagi pekerja, contohnya pelampung saat menggunakan perahu.

“Jika perusahaan memberikan pengaman bagi pekerja, mungkin tidak ada terjadi kecelakaan kerja, seperti yang terjadi tadi siang, harusnya pekerja saat menaiki perahu harus menggunakan pelampung agar tidak terjadi hal yang diinginkan,” ujarnya, Kamis 28 Maret 2019.

Dia menambhakan bahwa perusahaan harus bertanggungjawab dalam kejadian ini dan perusahaan harus menggunakan alat sefety bagi pekerjanya karana hal utama dalam mendirikan perusahaan adalah memiliki K3 yakni Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

“Perusahaan harus bertanggungjawab, ini kelalaian, para pekerja revitalisasi di danau tempe harus menggunakan alat sefety,” tegasnya.

Pihak Perusahaan belum dapat dikonfirmasi

Sementara itu pihak perusahaan yang bertanggungjawab di lokasi proyek reklamasi Danau Tempe H Jurasman saat dihubungi via selulernya oleh terkini.id, tidak dalam keadaan aktif.

Pekerjaan revitalisasi Danau Tempe di Kabupaten Soppeng dilaksanakan oleh kontraktor KSO PT Bumi Karsa dan SAC Nusantara dengan anggaran Rp 284,8 miliar.

Pekerjaan yang dilakukan berupa pengerukan seluas 289 hektar dengan volume pengerukan 2,81 juta m3.

Berita Terkait
Komentar
Terkini