Viral, Ini Dia Luapan Kata Hati Salah Satu Pengemudi Ojol Saat PSBB di Berlakukan

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Syaiful Karim Ojol Indonesia yang kecewa terhadap pidato presiden tentang penangguhan kredit.

Terkini.id, Makassar –Beberapa waktu lalu, menteri Kesehatan Terawang sudah mengesahkan PSBB buat kota Makassar. Dan dari hal tersebut, media mencoba mencari tahu bagaimana pandangan dan keinginan serta harapan dari pengemudi ojol di kota Makassar.

Basri, salah satu pengemudi Grab yang di jumpai di salah satu tempat usaha lagi memesan makanan, mengatakan bahwa sejak adanya virus corona ini, dirinya tidak mau mengambil grab penumpang. Alasannya, dia takut. Tapi demi keluarga dan anak ia pun rela mengemudikan motornya ditengah wabah corona dan persiapan PSBB dengan GRAB untuk Grab food saja. Untuk penghasilan yang diperolehnya dikatakan sangat menurun drastis seak wabah corona menyerang kota Makassar.

Lain lagi ungkapan hati salah satu pengemudi Gojek yang kami jumpai saat beristirahat di salah satu tempat mangkal Gojek.

Menurutnya “Jika PSBB itu diterapkan, usahakan ojol-ojol itu tetap beroperasi seperti biasanya, karena itu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, anak dan istrinya,” ujar Syaiful Karim, sebagai ojol Indonesia.

Alasan kedua bagi Syaiful Karim tetap keluar adalah itu untuk cicilan motor harus di bayar, tambahnya dengan nada kesal.

Menarik untuk Anda:

Kata presiden, itu kredit di gratiskan selama satu tahun, ternyata oh ternyata entah hoax atau apalah dan sampai sekarang saya ditagih pak di WOM Finace, tekan Syaiful Karim.

Tidak ada gratis, ini chatnya disini (sambil mengangkat hapenya) kusimpan chatnya sebagai bukti, terang Syaifuk Karim sebagai ojol Indonesia ujar penutupnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Prof Rudy Tegaskan Untuk Wahana Permainan Serta Bioskop Belum Bisa Buka

Microsoft Membeli Tik Tok, Dapat Izin Donald Trump?

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar