Luar Biasa, Selangkah Lagi Makassar Menuju Kota Gastronomi Jejaring UNESCO

Luar Biasa, Selangkah Lagi Makassar Menuju Kota Gastronomi Jejaring UNESCO

Terkini.id, Makassar – Kota Makassar saat ini sedang mempersiapkan menuju kota kreatif di bidang gastronomi yang diakui oleh UNESCO. Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan bicara soal kota kreatif di bidang gastronomi tentu tidak terlepas dari makanan atau kuliner. Dimulai dari kandungan makanan, jenis produk, bahkan histori atau sejarah makanan itu sendiri.

“Di sini akan bicara soal bagaimana pengunaan pengemasannya, limbahnya, bukan hanya makanan saja tetapi juga didukung mulai pendidikan, TK sampai pendidikan, Universitas,” kata Maya, Kamis 13 Desember 2018.

Lanjut Rusmayani berharap untuk mewujudkan makassar sebagai kota kreatif di bidang gastronomi dibutuhkan kerjasama dari semua pihak.

“Dibutuhkan kerjasama semua pihak, mulai dari hulu ke hilir, bagaimana supaya produk ikan, pemotongan hewan, memberikan Kota Makassar sebagai kota halal teorisem,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Makassar Andi Amalia Malik mengatakan Makassar bisa masuk dalam jejaring UNESCO mewakili Indonesia. Hal ini sebagai upaya promosi pariwisata Makassar didunia.

“Makassar mewakili Indonesia tembus masuk kota gastronomi jejaring UNESCO. Kalau kita masuk jejaring maka Makassar dikenal seluruh dunia. Makassar dikenal,” terang Lia.

Selain itu, masuknya Makassar dalam jejaring UNESCO juga membawa dampak positif khususya dalam bidanh ekonomi dan diperhitungan seluruh dunia.

“Akan mendatangkan kunjungan wisata dunia dan ekonomi akan meningkat kemudian branding kota Makassar juga pastinya,” paparnya.

Dinas Pariwisata Makassar sendiri telah melakukan persiapan untuk masa survei, mulai pengumpulan data, web hingga sarana dan prasana pendukung.

“Persiapan, kami akan bentuk tim teknis nantinya. Persiapanya nanti Januari mulai survei data tim teknis, persiapan web dan pendukungnya,” tutupnya Lia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini