Makassar Terkini
Masuk

Luhut Ngaku Kuasai 6 Ribu Hektare Lahan Negara, Aktivis: Bukankah Itu Bentuk Korupsi?

Terkini.id, Jakarta – Aktivis bernama Nicho Silalahi menyoroti pernyataaan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan soal pengakuannya yang menguasai 6 ribu hektare lahan negara.

Adapun pengakuan Luhut yang menguasai 6 ribu hektare lahan negara untuk tambang batubara.

Nicho Silalahi pun menyindir Luhut Binsar Pandjaitan yang menjadi seorang pejabat negara tetapi justru menguasai lahan negara untuk kepentingan pribadi.

“Mumpung lagi berkuasa maka suka2 dia menguasai lahan negara untuk kepentingan pribadinya,” kata Nicho Silalahi dalam cuitan Twitternya Senin, 4 Oktober 2021, melansir Galamedia.

Lebih lanjut, Nicho Silalahi mempertanyakan, apakah hal yang dilakukan oleh Luhut merupakan bentuk dari korupsi.

“Bukankah penguasaan lahan negara oleh pejabat untuk kepentingan pribadi itu sebuah bentuk korupsi?,” tanya Nicho.

Nicho lantas menegaskan bahwa seandainya terjadi revolusi, maka ia dia akan ‘mengganyang’ pejabat seperti Luhut.

“Jika terjadi revolusi maka model begini targetku untuk di ganyang.” tegasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Luhut mengakui bahwa dirinya mempunyai tambang batu bara sebanyak 6 ribu hektare.

Adapun lokasi tambang tersebut, menurut Luhut, berlokasi di Kalimantan Timur dan masih beroperasi hingga saat ini.

“Saya punya ya tambang batu bara, berjalan, berproduksi. Enam ribu hektare. Punya pemerintah dan itu berproduksi,” ucap Luhut beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa lahan tersebut bukanlah Hak Guna Usaha (HGU).

Dia menegaskan bahwa penguasaan lahan tidak menjadi soal selama pengusaha melakukan kewajibannya.

“Saya pikir kalau sepanjang dia produktif dan sepanjang dia melakukan kewajiban-kewajiban dengan benar, ya tidak ada masalah,” tegas Luhut.