Luhut Salahkan Rakyat Soal Lonjakan Covid, Netizen: Pemerintah yang Diskriminatif

Terkini.id, Jakarta – Pernyataan Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang seolah menyalahkan rakyat terkait lonjakan kenaikan angka pasien covid menuai sorotan publik.

Salah satu netizen di media sosial yang mengkritik keras pernyataan Luhut Binsar soal lonjakan covid tersebut yakni PartaiSocmed.

Lewat cuitannya di Twitter, Rabu 16 Juni 2021, pengguna Twitter yang dikenal kerap mengkritik pemerintah ini tampak emosi dengan pernyataan Luhut yang menyalahkan rakyat soal covid.

Baca Juga: Ini Alasan Pemprov Papua Batal Terapkan Lockdown

Menurutnya, lonjakan angka pasien Covid-19 bukanlah kesalahan masyarakat melainkan pemerintah yang telah bertindak diskriminatif terhadap penegakan protokol kesehatan.

“Enaak aja!! Kegagalan mengatasi pandemi ini murni 100 persen kesalahan pemerintah yang korup, diskriminatif dan memolitisir penegakan prokes serta tidak berani ambil risiko penanganan Covid,” cuit netizen PartaiSocmed.

Baca Juga: Soroti Jumlah Utang Indonesia, Said Didu: Beginilah Kalau ‘Asal Mangap’

Selain itu, rakyat menurutnya akan sangat disiplin mematuhi prokes apabila aturan dari pemerintah terkait hal itu juga jelas.

“Rakyat Indonesia ini sangat disiplin jika peraturannya jelas. Mengapa? Karena mereka sadar betul konsekuensinya jika melanggar peraturan. Jadi orang Indonesia itu sangat disiplin, selama ada law enforcement yang baik,” tegasnya.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu mengulas soal kenaikan angka pasien Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Mahfud MD Bilang Jokowi Tidak Bisa Dijatuhkan Karena Covid: Tak...

Mengutip CNN Indonesia, Luhut mengatakan kenaikan angka Covid-19 itu merupakan buah dari ketidaksiplinan masyarakat yang masih bandel tidak mau taat dengan imbauan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

Menurut Luhut, pemerintah sudah habis-habisan meminta masyarakat untuk tidak mudik tapi nyatanya masyarakat melawan malah ngotot untuk mudik. Alhasil, angka Covid-19 pun melonjak di berbagai daerah di Indonesia.

“Sekalian sama-sama mari kita berkaca ini lah kesalahan kita ramai-ramai. Ini buahnya (ngotot mudik),” ujarnya.

Bagikan