Mafia di Tubuh Perbankan, Uang Nasabah di BRI Unit Toddopuli Raib Rp 400 Juta Tanpa Jejak

Terkini.id, Makassar – Mafia kejahatan perbankan di tubuh salah satu BUMN plat merah, BRI menguat dan menjadi sorotan publik. 

Salah satu nasabah BRI Unit Toddopuli, Makassar, Sigit Prasetya mengaku kehilangan uang senilai Rp400 juta dari program Simpedes Hadiah Langsung. Kini, uang itu hilang tak meninggalkan jejak. 

Sigit mengatakan dirinya menabung pada 29 Agustus 2018 dan baru ketahuan hilang pada saat hendak menarik uang bulan Juli 2019. 

Baca Juga: Gubernur Sulsel Lepas Ekspor Komoditas Perikanan Senilai Rp6,5 Miliar

“Sampai saat ini tidak ada itikad baik dari BRI untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan kasus saya,” kata Sigit, Selasa, 16 Maret 2021.

Sigit mengaku telah mengikuti seluruh prosedur yang menjadi ketetapan BRI. Namun, saat ini pihak BRI terkesan lepas tanggung jawab dengan menyebut kasus tersebut sifatnya personal. 

Baca Juga: Soal Amplop Cokelat Titipan Bapak, Pengacara Irjen Ferdy Sambo: Belum...

Padahal, Sigit mengikuti seluruh produk dan prosedur pada saat menabung. Dia datang langsung dan menyetorkan uang tersebut.

“Mengenai soal adanya tanda tangan saya pada saat penarikan uang. Saya tidak tahu menahu, itu dipalsukan,” ungkapnya.

Sigit menyesalkan pemalsuan tanda tangan bisa lolos dalam sistem perbankan. Ia menilai sistem BRI rapuh dan membahayakan nasabah. Akibatnya, nasabah akan kehilangan kepercayaan.

Baca Juga: Soal Amplop Cokelat Titipan Bapak, Pengacara Irjen Ferdy Sambo: Belum...

Pengawasan internal yang dilakukan terhadap kegiatan operasional dinilai lemah sehingga terjadi pembobolan. Bank juga diminta meningkatkan moral pegawainya.

Pemimpin BRI Kantor Wilayah Makassar, Muhammad Fikri menyebut pelaku merupakan mantan pekerja yang sudah tidak terafiliasi dengan BRI.

“Kejadian tersebut merupakan tindakan penipuan yang dilakukan pelaku pada tahun 2018 setelah tidak menjadi pekerja BRI lagi,” kata Fikri, Selasa, 16 Maret 2021.

Menurutnya, kasus tersebut telah diproses melalui saluran hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Menanggapi itu, Sigit membantah penyataan Fikri, ia mengatakan ada rekayasa dari Pemimpin BRI Kantor Wilayah Makassar untuk menyembunyikan kasus tersebut.

“Kalau dia tidak bekerja pada 2018 mengapa masih bisa mencetak dan punya akses di BRI. Perangkat yang digunakan adalah perangkat BRI. Ini ada rekayasa,” ungkapnya.

“Dia pindah Antang di BRI pada tahun 2019 ini rancu di Kepala Wilayah,” tuturnya kemudian.

Melapor Ke Polisi

Sigit mengatakan dirinya melapor ke Polda Sulsel pada tanggal 12 Februari 2020 dengan perkara tindak pidana penipuan dan atau penggelapan. Sigit melaporkan Zul Ilman Amir, mantan karyawan BRI. 

“Saya baru melapor pada 2020 karena menunggu itikad baik dari BRI, mediasi secara kekeluargaan tapi tidak ada dari pihak yang mediasi ke saya,” kata Sigit.

Sebelumnya, Oknum BRI, kata Sigit, hendak melakukan mediasi dan berusaha membujuk dan menenangkan dirinya. 

“Di sini (sambil menunjuk hapenya) ada bukti SMS yang oknum ini, dia SMS saya. Jadi kejelasan uang saya ya internal dari BRI yang tahu,” kata dia.

Laporan Sigit ke kepolisian terhitung telah satu tahun. Hanya saja, proses penyidikan tersebut tak kunjung menemui titik terang. Kasus tersebut mangkrak.

Menurutnya, kasusnya akan dilimpahkan dari diskrimum ke duskrimsus namun sampai saat ini belum ada kejelasan. Informasi tersebut, kata Sigit, dia dapatkan sekitar 2 Minggu yang lalu dari penyidik.

“Katanya ada Lex spesialisnya,” tuturnya.

Sigit berharap kasusnya mendapat atensi dari Polda Sulsel. Pasalnya kasus tersebut sudah terbilang lama dan tak mengalami perkembangan berarti.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Sultan mengatakan akan memberikan informasi secepatnya, “Nanti saya kabari segera ya,” singkatnya.

Sementara, penyidik yang menangani kasus tersebut enggan berkomentar dan saling melempar tanggung jawab. 

Bagikan