Mahasiswa di Tangerang Dibanting Polisi Saat Demo, Sebenarnya Apa Tuntutannya?

Terkini,id, Jakarta – Gilang Purnama, perwakilan aliansi BEM se-Kabupaten Tangerang menjelaskan, demo yang berujung kekerasan petugas itu menuntut agar Pemkab Tangerang dapat bekerja dengan baik.

Menurut aliansi BEM se-Kabupaten Tangerang, selama ini Pemkab tidak berbuat banyak terkait pencemaran lingkungan akibat limbah perusahaan.

Gilang mengungkapkan, dampak pencemaran lingkugan ini mengakibatkan kerugian yang dialami oleh masyarakat di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Terungkap, Bripka RHL Cabuli Istri Tahanan di Hotel dan Peras...

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tangerang juga tidak dilakukan secara merata.

Bahkan hingga saat ini, sambung Gilang, masih ada jalan di sejumlah wilayah yang belum ada perbaikan dan mengakibatkan banyaknya korban kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Singgung Polisi Rezim Jokowi, Haris Azhar: Oposisi Melapor Kerjanya Lambat

“Ini menjadi suatu hal yang perlu dievaluasi oleh aparat pemerintah daerah (Pemkab Tangerang),” ujarnya, dilansir dari kompas, Rabu13 Oktober 2021.

Saat membubarkan demo mahasiswa dari aliansi BEM se-Kabupaten Tangerang, kepolisian mengamankan 18 peserta aksi.

Diketahui sebelumnya, Aksi unjuk rasa aliansi BEM se-Kabupaten Tangerang yang dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang itu berujung ricuh saat petugas membubarkan massa aksi. 

Baca Juga: Singgung Polisi Rezim Jokowi, Haris Azhar: Oposisi Melapor Kerjanya Lambat

Syaiful Bahri, Perwakilan aliansi BEM se-Kabupaten Tangerang lainnya, menilai aksi unjuk rasa yang dilakukan pihaknya dilakukan dengan damai.

Massa aksi juga tidak melakukan tindakan anarkis merusak fasilitas umum. Namun saat pembubaran aksi, kepolisian melakukan tindak kekerasan.

FA, salah satu peserta aksi menjadi korban kekerasan dengan mendapat bantingan saat petugas membubarkan demo.

Tindakan tersebut sangat disayangkan, mengingat aksi dilakukan dengan damai. 

Bagikan