Mahasiswa Dukung Percepatan Tanam, Manfaatkan Alsintan TR2 untuk Olah Lahan

Mahasiswa Polbangtan Gowa Olah Lahan Menggunakan TR2

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali melaksanakan kegiatan pendampingan penanaman guna mendukung program kerja dari menteri pertanian  Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam rangka pelaksanaan percepatan masa tanam 

SYL mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga stok pangan demi menjamin ketersediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia dan tanggung jawab itu dibebankan kepada Kementerian Pertanian. Untuk itu  Gerakan Percepatan Masa Tanam Ini merupakan upaya untuk menjaga dan mendukung Ketahanan Pangan Indonesia.

Riska Amalia, ditugaskan oleh kampus untuk  melakukan pendampingan di Lingkungan Karaeng Loe  Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. Dalam kegiatan ini Riska melakukan pendampingan dalam mengolah lahan sawah  untuk persiapan tanam padi gogo menggunakan hand traktor yang dilaksanakan di lahan milik Bapak Sulaeman Dg Ngempo Selaku pemilik  sawah. Kegiatan ini juga sekaligus membantu dan memecahkan permasalahan Petani dalam kegiatan usaha tani selama masa darurat pandemi Corona Virus Disease ( COVID-19).

Riska mengarahkan bapak Sulaeman agar penanaman padi dilakukan dengan sistem Tanam Pindah agar nantinya panen yang dihasilkan sesuai yang diharapkan. Sang pemilik lahan sendiri berharap pendampingan ini harus secara kontinyu dan berkesinambungan, sehingga diharapkan akan selalu dapat membantu petani yang memerlukan pendampingan.

Diharapkan dengan turunnya mahasiswa sebagai pendamping di wilayah masing-masing dapat meningkatkan hasil panen. Termasuk dapat memberi motivasi kepada para petani, sehingga mereka (petani) dapat mengolah lahan pertaniannya dengan maksimal termasuk didalamnya pemanfaatan alsintan, dan hasil panen yang diperoleh nantinya dapat meningkat.

Baca juga:

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaruan pembangunan pertanian.

Peran alsintan dalam pengembangan pertanian saat ini merupakan hal penting menuju Pertanian Maju, Mandiri dan Modern. Teknologi mekanisasi harus mencakup dari hulu sampai hilir sehingga tidak hanya meningkatkan produksi, akan tetapi kesejahteraan petani.

Peran strategis mekanisasi pertanian melalui alsintan adalah proses menjadi lebih cepat. Dengan mekanisasi, kita dapat melaksanakan pengolahan lahan, panen, dan pascapanen dengan cepat.

Sejak masuknya era Revolusi Industri 4.0, Kementerian Pertanian melakukan terobosan dalam meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan minat generasi muda.

Menindaklanjuti pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan karena menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Sehingga mampu membantu menyediakan pangan bagi masyarakat.

“Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” tegas Dedi. (IKL)

 

Komentar

Rekomendasi

STIE Nobel Indonesia Bakal Gelar Serial Webinar Kewirausahaan

Mahasiswa dan Petani Panen Jagung di Gowa, Bukti Aktfitas Pertanian Tidak Berhenti, Stok Pangan Terjaga

Masa LFH dimanfaatkan Mahasiswa Polbangtan bersama Petani Laksanakan Kegiatan “Mangubbu Padi”

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Kegiatan Pendampingan Petani untuk Mengasah Keterampilan dan Keahlian Lapangan

Di Masa Pandemi, Mahasiswa Turut Andil Menjaga Ketersediaan Pangan. Masa LFH Aktif Bantu Petani

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar