Mahasiswa Polbangtan “Dont Stop” Di Lapangan, Aktif Bantu Petani

Mahasiswa Polbangtan Gowa Tanam Ubi Jalar Bersama Petani

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali turun ke lapangan dalam rangka pendampingan pengembangan pangan lokal. Kegiatan ini berupakan bentuk dukungan Polbangtan terhadap percepatan peningkatan penganekaragaman pangan masyarakat berbasis pada potensi sumberdaya lokal di daerah.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pola konsumsi masyarakat masih belum menunjukkan pola makan gizi seimbang dan beragam, ini ditunjukkan dengan tingginya konsumsi beras sebagai sumber karbohidrat. Sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi sumber karbohidrat dari beras.

Daerah-daerah yang dulunya mengkonsumsi pangan sumber karbohidrat non beras, seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian saat ini berubah mengkonsumsi beras. Tingginya konsumsi beras dan jumlah penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya menyebabkan penyediaan beras semakin berat pada setiap tahunnya. Selain itu juga pola konsumsi yang tidak proporsional dapat menyebabkan efek yang kurang baik terhadap Kesehatan.

Oleh karena itu, Polbangtan Gowa mengarahkan mahasiswanya sebagai pengganti mata kuliah praktek yang seyogyanya dilakukan di kampus untuk terjun langsung ke lapangan dalam membantu dan mendampingi para petani yang akan melakukan penanaman. Andriani Syarifuddin salah satu mahasiswa yang terjun ke lapangan dalam rangka mendampingi petani pada masa tanam saat ini.

Mahasiswa Polbangtan Gowa Bantu Petani

Andriani sebelumnya melakukan sedikit penyuluhan terkait peningkatan keanekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal yaitu ubi jalar. Kegiatan pendampingan kali ini bertempat di daerah Bilaya, Desa pallantikang, Kec. Pattallassang Kab. Gowa.

Baca juga:

Meskipun saat ini kabupaten Gowa mengalami kondisi darurat pedemi covid-19 namun untuk memenuhi kebutuhan pangan maka petani tetap harus bekerja. Seperti yang dikatakan Kepala BPPSDMP bahwa pendekatan pangan memiliki peran yang sama pentingnya dengan pendekatan medis dalam mengantipasi dampak buruk pandemi corona.

“Pendekatan pangan tidak kalah penting dari kesehatan, karena dalam situasi dan kondisi apa pun, pangan tidak boleh bersoal. Apalagi dalam kondisi seperti pandemi Covid-19 sekarang. Kementerian Pertanian punya tugas menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dedi.

Dedi meminta agar proses produksi pangan dan pertanian tidak dihentikan, meskipun saat ini Indonesia tengah menghadapi situasi sulit akibat corona.

Andriani menjelaskan penanaman ubi jalar dilakukan dipagi menjelang siang dengan tanah yang sudah diolah dan diberi pengairan. Lalu tanah tersebut dibedeng dan kemudian benih ditanam pada lubang yang digali menggunakan tangan atau cangkul, lalu ditutup. Penanaman ubi jalar ini dilakukan bersama dengan kelompok tani Bilaya Makmur. (IKL)

Komentar

Rekomendasi

Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Gelar Aksi Sosial, IMM FISIP Bagikan Paket Ramadhan untuk Warga

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Masa LFH untuk Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Semangka

Penyuluh, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bantaeng Bahu-membahu untuk Percepatan Tanam

BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Agar Produktifitas Makin Baik, Kualitas Terjaga, Mahasiswa Bantu Petani Kendalikan Gulma

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar