Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Terbitkan Buku Ketimpangan Ekonomi

Rektor UIN Alauddin Makassar mengapresiasi penerbitan buku Ketimpangan Ekonomi

Terkini.id, Makassar – Jumat, 21 September 2018, Mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang tergabung dalam Economics Study Club of UIN Alauddin Makassar tengah mensosialiasikan penerbitan buku yang berjudul “Ketimpangan dan Ilusi Pembangunan: Spektrum Gagasan Ekonomi Mahasiswa Indonesia”.

Penerbitan buku ini dilatarbelakangi oleh keinginan membangun budaya literasi di kalangan mahasiswa pada level nasional.

Buku ini menggagas fenomena ekonomi yang amat timpang, dari tingkat lokal hingga nasional. Buku ini juga tak hanya menggambarkan kritik atas fenomena itu, tapi di saat yang sama juga menghadirkan berbagai gagasan-gagasan segar, bagaimana menyelesaikan masalah tersebut.

Tulisan ini menjadi miniatur gagasan ekonomi mahasiswa Indonesia, pasalnya naskah ini dikumpulkan dari 32 kampus besar se-Indonesia, diantaranya UIN Alauddin Makassar, UI, IPB, Univ. Negeri Semarang, UNHAS, UGM, UNAIR, UNY, UNMUL, dan kampus lainnya.

Banyak pihak yang berkontribusi atas kehadiran naskah buku ini, diantaranya Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Musafir Pababbari MSi, Akademisi FEB-UH, Dr Agussalim, SE MSi, dan para dosen Ilmu Ekonomi UIN Alauddin Makassar.

Baca :Kritik masalah perkotaan, dua dosen ini luncurkan buku puisi "Kota"

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Musafir Pababbari MSi memberi respon positif atas penerbitan buku ini.

“Sebenarnya masyarakat Indonesia memiliki minat baca yang cukup baik, namun tidak disertai dengan daya baca yang tinggi. Makanya, setiap orang sebaiknya memiliki minat baca dan daya baca yang tinggi sehingga naluri menulisnya semakin tajam. Hal ini akan berperan positif dalam membangun budaya literasi di kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Dosen Ilmu Ekonomi UIN Alauddin Makassar, Andi Faisal Anwar SE MSi, menyebutkan bahwa momentum penerbitan buku ini mudah-mudahan bisa mendorong spirit budaya literasi yangg lebih maju di kalangan mahasiswa.

“Agar atmosfer dunia kampus menjadi semakin dialektis dan terus menghasilkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat bagi dunia akademik,” pungkasnya.