Mahasiswa Uinam Sukses Gelar Bimbingan dan Penyuluhan Islam di Toraja

Mahasiswa Uinam Sukses Gelar Bimbingan dan Penyuluhan Islam di Toraja

Terkini.id, Toraja – Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar angkatan 2015 menggelar Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) selama 10 hari di tujuh kecamatan yang ada di kabupaten Tanah Toraja diantaranya kecamatan Rante tayo, Rembong, Sangalla, Menkendek, Makale, Saluputi, dan kecamatan Bittuang.

Selain untuk Praktek Pengenalan Lapangan, kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk perwujudan Tri Darma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan ini pertama kalinya digelar di kabupaten Tana Toraja untuk jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) UIN Alauddin Makassar.

Sebanyak 73 Mahasiswa jurusan BPI ikut serta dalam kegiatan ini. Turut hadir Guru besar UIN Alauddin Makassar, Prof Dr HM Sattu Alang, Dr Andi Syahraini (Ketua jurusan BPI), Dr Muh Ilham MPd (Sekretaris Jurusan BPI).

Terdapat dua program kerja utama yakni penyuluhan di mesjid dan di sekolah. Penyuluhan di mesjid menekankan bagaimana anak-anak mampu mengenal bacaan Al-quran yang baik dan benar, kemudian memberikan ceramah/khotbah kepada masyarakat utamanya kepada majelis talim.

Sedangkan penyuluhan di sekolah lebih kepada pelajaran yang umum mengingat mereka mayoritas beragama non islam. Program kerja ini mendapat respon positif dari warga setempat.

Menarik untuk Anda:

Pada kesempatan itu, Irwan Arif selaku Kepala KUA mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang telah memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat di wilayahnya.

“Rata-rata kami disini muallaf oleh karena itu kita butuh bimbingan yang tidak putus, tapi kami sayangkan juga karena waktunya terlalu singkat, hanya 10 hari, itupun efektifnya hanya 7 hari,” ucapnya, Senin, 24 September 2018.

Hal senada juga diungkapkan Jumran selaku Pembimbing PPL Posko Kecamatan Bittuang Ia mengaku puas karena cara pendekatan mahasiswa kepada masyarakat setempat cukup bagus.

“Untuk jurusan ini pada awalnya memang pendekatan, kalau pendekatannya bagus sudah pasti penyuluhannya juga bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Ansar selaku Ketua HMJ Bimbingan dan Penyuluhan Islam mengatakan PPL ini merupakan langkah awal yang cukup baik, dan semoga membari banyak bermanfaat di masyarakat.

“PPL yang dilaksanakan di Tana Toraja berjalan lancar, karena mulai dari hari pertama sampai selesai kami disambut dengan antusias dari masyarakat sampai akhir pertemuan kami ini diminta untuk tinggal beberapa hari lagi tapi waktu yang membatasi. Saya pribadi sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah di Tanah Toraja,” ungkapnya.

Nur Sayyidah Amaliah yang juga merupakan salah satu peserta PPL megatakan pelaksanaan PPL ini memberikan banyak sekali hikmah.

“Ketolenrasian begitu terasa, meski kita lihat akhir-akhir ini polemik agama kian banyak terdengar karena masa politik lagi panas-panasnya, itu tidak mempengaruhi masyarakat di sini, kami sangat takjub akan hal itu. Cuaca dan medan untuk menempuh perjalanan untuk sampai di sini juga menjadi salah satu tantangan yang akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan untuk kami,” ujarnya.

Lanjut Nur Sayyidah, masyarakat yang ramah-ramah membuatnya betah ingin berlama-lama.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu kami dalam pelaksanaan ppl kami. Mohon maaf apabila dalam program-program kami banyak hal-hal yang tidak maksimal dan di luar batas kemampuan kami,” pungkasnya.

Rencananya, jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam ini ke depannya akan tetap mengirim mahasiswanya ke Kabupaten Tana Toraja dalam program PPL ataupun KKN bila saja tetap mendapat respon positif dari masyarakat Tana Toraja itu sendiri.

Citizen Reporter : Lukman Rusdi (Mahasiswa UIN Alauddin Makassar)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Wujudkan PT Terbaik, UIM Bersiap Terapkan Standar Manajemen Kinerja Internasional

Dosen UMI Gelar Pelatihan Public Speaking di Pesantren Mizanul Ulum Takalar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar