Makassar Terkini
Masuk

Mahfud MD Menyikapi Motif Pembunuhan Brigadir J Atau Nofriyansah Yosua Hutabarat

Terkini.Id, Jakarta – Setelah Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan terhadap Brigadir J di rumah dinasnya. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyikapi motif pembunuhan tersebut.

Polisi mengatakan, Bharada E menjadi eksekutor penembakan atas suruhan FS. Sementara dua tersangka lain, Bripka RR dan KM diduga membantu dan menyaksikan kejadian itu. 

Sementara itu polisi masih mendalami motif pembunuhan terhadap Brigadir J  dengan memperdalam pemeriksaan terhadap saksi dan memperkuat bukti-bukti. 

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, motif penembakan terhadap Brigadir J atau Nofriyansah Yosua Hutabarat bakal disampaikan Polri. 

“Soal motif biar nanti dikonstruksi hukumnya. Karena itu sensitif mungkin hanya boleh didengar oleh orang dewasa,” ujar Mahfud dalam jumpa pers yang disiarkan dari Youtube Kemenko Polhukam, Selasa 9 Agustus 2022, dilansir suarapurwekerto.id.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sejauh ini sudah memeriksa 31 aparat kepolisian terkait kasus pelanggaran kode etik.

Menurut Mahfud,   jika terbukti melakukan pelanggaran etik, yaitu menghilangkan barang bukti, mereka bisa dikenai unsur pidana. Namun soal ini pun polisi mash mendalami apakah mereka melakukan atas kesadaran sendiri atau di bawah  tekanan atau suruhan atasan mereka. 

“Kalau ditemukan pelanggaran etiknya berhimpitan dengan pidana, misalnya sengaja mencopot CCTV untuk hilangnya jejak dan alat bukti, itu bisa ke pidana juga. Yang penting sekarang telurnya sudah pecah, itu yang kita apresiasi dari Polri,” ujarnya.