Makassar Canangkan Hari Kebudayaan, MYKO Kompak Pakai Baju Adat

MYKO
Manajemen MYKO kompak mengenakan baju adat di Hari Kebudayaan Kota Makassar. (foto: mykohotel.com)

Terkini.id, Makassar – Sebagai upaya mengembangkan budaya dan sejarah di Indonesia. Kota Makassar mencanangkan 1 April 2019 sebagai Hari Kebudayaan.

Pencanangan ini dilakukan dengan menggelar karnaval budaya di Benteng Fort Rotterdam Kota Makassar. Pencanangan dilakukan dengan upacara bendera dengan mengenakan baju adat.

Terlihat ratusan siswa SD dan SMP menggunakan pakaian adat sambil menari tarian tradisional dan bernyanyi lagu-lagu daerah.

Kemeriahan Hari Kebudayaan tak hanya nampak di Benteng Fort Rotterdam, beberapa hotel di Kota Makassar juga berpartisipasi memeriahkan Hari Kebudayaan, salah satunya MYKO Hotel & Convention Center Makassar.

MYKO sajikan nuansa budaya Nusantara

MYKO
(foto: mykohotel.com)

Pada Hari Kebudayaan Kota Makassar seluruh pegawai dan pimpinan MYKO dengan kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Hari ini manajemen kami kompak pakai baju adat sebagai bentuk nyata dukungan kami untuk hari kebudayaan yang dicanangkan pemerintah Makassar,” ujar Public Relation MYKO, Eva Kurnia.

Sebelumnya, kata Eva, Wali Kota Makassar telah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh hotel untuk turut meramaikan Hari Kebudayaan.

“Dan himbauan itu kami respon dengan menampilkan nuansa budaya nusantara di hotel kami. Selain mengenakan baju adat, restoran kami juga menyajikan makanan dan kue tradisional Bugis-Makassar,” terangnya.

“Di lobi-lobi hotel, MYKO juga memutar musik dan lagu-lagu daerah. Ada juga photo booth bertema kebudayaan yang kami siapkan, dimana tamu dan pengunjung MYKO bisa berfoto dengan latar budaya Indonesia,” sambungnya.

MYKO: Kebudayaan harus dijaga

MYKO
(foto: mykohotel.com)

Sementara itu, Brand Strategist MYKO Hotel Wilson Hidayat mengungkapkan, MYKO sebagai hotel di Makassar yang merupakan sentra bisnis di Sulsel sangat menyambut baik inisiatif dari Pemerintah Kota Makassar.

“Karena makin modern sebuah daerah, sering sekali melupakan dan meniadakan hal-hal tradisi yang menjadi asal muasal kebudayaan yang ada sekarang,” ungkap Wilson.

Maka dari itu, pihaknya sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar yang telah berinisiatif mencanangkan Hari Kebudayaan sebagai momentum agar seluruh masyarakat, khususnya warga Makassar kembali mengingat sejarah dan budayanya.

“Jika kita melupakan kebudayaan nenek moyang, maka hilanglah identitas sebuah daerah. Ini yang perlu dijaga dan terus dibudayakan terutama bagi generasi muda,” tutup Wilson.

(foto: mykohotel.com)

Diketahui, Hari Kebudayaan telah resmi menjadi kegiatan rutin Kota Makassar setiap tanggal 1 April. Hal ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota Makassar yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Danny Pomanto.

Hari Kebudayaan ini sendiri pertama kali dilakukan di Indonesia. Dengan harapan dari Makassar menginspirasi pelaksanaan wahana budaya di Indonesia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini