Masuk

Makin Canggih! Kini Penis pun Bisa Dicangkok, Diambil dari Punya Mayat, Testimoni Pasien Mengejutkan!

Komentar

Terkini.id, Internasional – Tampaknya semakin hari, dunia menjadi semakin canggih pula sehingga kini cangkok penis pun sudah bukanlah sebuah hal mustahil untuk dilakukan.

Apa kamu tahu? Rupanya cangkok penis pertama yang ‘berhasil’ di dunia telah dilakukan di Afrika Selatan pada 2014 silam. Namun, itu bukan operasi cangkok penis pertama di dunia.

Namun, yang membuat sedikit bergidik adalah fakta penis pasien yang tidak berfungsi dipotong habis lalu digantikan dengan penis milik pasien yang telah meninggal dunia.

Pada 2006 silam, dokter di China mentransplantasikan penis seorang pria yang mati otak ke tubuh seorang pria berusia 44 tahun yang telah kehilangan penisnya akibat kecelakaan.

Operasi penis di China itu sukses dan tubuh penerima tidak menolak penis donor, tetapi dua pekan kemudian, ahli bedah sayangnya harus memotong penis tersebut.

“Karena masalah psikologis yang parah dari penerima dan istrinya, penis yang ditransplantasikan dengan menyesal harus dipotong,” ungkap Dr Weilie Hu, tim dokter asal China yang terlibat dalam operasi, dilansir terkini.id dari Yahoo News via iNews pada Rabu, 15 Desember 2021.

Nah, tujuh tahun kemudian di Afrika Selatan, pasien berusia 21 tahun yang penisnya diamputasi setelah sunatnya menjadi tidak beres, menjalani operasi cangkok.

Sebagai informasi, puluhan atau bahkan ratusan anak laki-laki dan laki-laki muda diperkirakan kehilangan penis mereka karena sunat tradisional setiap tahun di Afrika Selatan.

Operasi cangkok penis selama sembilan jam itu lantas selesai pada bulan Desember 2014, di mana para ahli bedah mengungkap tantangannya.

“Menemukan donor adalah salah satu tantangan utama.”

Kendati demikian, pasien yang tidak disebutkan namanya itu pulih dengan cepat dan dengan segera mendapatkan kembali semua sensasi pada penis barunya setelah transplantasi dari pasien yang meninggal.

Profesor Andre van der Merwe, kepala urologi di Universitas Stellenbosch, yang melakukan operasi, mengatakan bahwa ia pun terkejut dengan testimoni sang pasien.

“Saya sangat terkejut dengan pemulihannya yang cepat.”

Diketahui, tim menggunakan teknik yang telah dikembangkan untuk transplantasi wajah untuk menghubungkan pembuluh darah kecil dan saraf.

“Pasien menerima penis sebagai miliknya. Dia mengatakan kepada saya dengan tegas bahwa fakta itu milik orang lain benar-benar keluar dari pikirannya dan dia seolah bergerak sebagai penisnya sendiri. Itu benar-benar seperti yang ia inginkan,” terangnya.

“Tujuan kami adalah dia akan berfungsi penuh dalam dua tahun. Dia tentu saja sangat bersemangat.”

Setahun kemudian, diumumkan bahwa pacar pasien itu pun hamil empat bulan. Profesor dan der Merwe memang berharap hal itu terjadi karena cedera pada pasien terjadi pada penisnya, bukan pada testisnya.

“Inilah yang kami niatkan, agar dia bisa berdiri dan bisa buang air kecil dan bersetubuh, maka itu adalah tonggak baginya.”

Setelah kesuksesan tim Afrika Selatan, pada 2017, mereka kembali mentransplantasikan penis ke pria lain yang telah kehilangan penisnya. Lucunya, pasien penerima penis itu berkulit hitam dan pendonor yang meninggal dunia berkulit putih. Oleh karena itu, penis cangkok tersebut pun ditato agar berwarna hitam.

Nah, selanjutnya, pada 2018, dokter Amerika di Rumah Sakit Johns Hopkins di Baltimore berhasil melakukan transplantasi penis dan skrotum pertama di dunia pada seorang sersan yang terluka dalam ledakan bom rakitan (IED) di Afghanistan.