Terkini.id, Jakarta – Amerika Serikat memastikan akan memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 sebagai bentuk protes pelanggaran hak asasi manusia di China.
Hal tersebut telah disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki. AS tak akan mengirim perwakilan diplomatik.
Awal bulan ini, Joe Biden mengatakan langkah itu sedang dipertimbangkan oleh pemerintah AS sebagai bentuk protes atas pelanggaran HAM China.
“Pemerintahan Biden tidak akan mengirim perwakilan diplomatik ke Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade Beijing 2022, mengingat genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan RRT yang sedang berlangsung di Xinjiang dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya,” ujar Jen Psaki, dari AFP.
Pemboikotan tak berkaitan dengan atlet AS. Negeri Paman Sam tersebut tetap akan mengirim kontingen atlet-nya ke ajang olahraga dunia tersebut.
- Amerika Serikat, Rusia, dan China Berkumpul di Makassar, Danny Pomanto: Makassar Jadi Kota Perdamaian
- Tokoh-tokoh Agama Amerika Serukan Perdamaian dan Hentikan Peperangan
- Imam Masjid New Jersey Kena Tikam Saat Sedang Laksanakan Sholat Subuh
- Ditemukan 4 Tengkorak Manusia di Bandara Meksiko dengan Tujuan ke Amerika Serikat
- Tirai Untuk 3G di Amerika Telah Ditutup Sepenuhnya per 31 Desember 2022
“Para atlet di Tim AS mendapat dukungan penuh kami. Kami akan mendukung mereka 100 persen, kami menyemangati mereka dari rumah.” tambah Jen Psaki.
Pembicaraan secara virtual antara Biden dan Presiden China Xi Jinping beberapa waktu lalu disebut tak melahirkan terobosan penting terkait ketegangan kedua negara. Dilansir dari CNN, Selasa, 7 Desember 2021.
Namun, pembicaraan tersebut dinilai tetap menjadi awal yang baik untuk membuka dialog setelah kerenggangan hubungan dua negara setahun terakhir pemerintahan Donald Trump.
Selama berbulan-bulan, AS telah berusaha menemukan cara terbaik untuk memposisikan diri sehubungan dengan Olimpiade Musim Dingin, yang diselenggarakan Februari 2022 oleh negara yang dituduh melakukan “genosida” terhadap Muslim Uyghur di Xinjiang, barat laut China.
Sejumlah organisasi hak asasi manusia menuduh China telah menahan setidaknya satu juta Muslim di Xinjiang.
Mengirim perwakilan diplomatik ke Olimpiade akan menandakan bahwa, terlepas dari pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan dan kekejaman di Xinjiang, Olimpiade itu “bisnis seperti biasa.
“Dan kita tidak bisa melakukan itu,” lanjutnya.
China sendiri mengancam akan mengambil tindakan untuk membalas jika AS benar-benar memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, melontarkan ancaman ini setelah CNN melaporkan bahwa pemerintahan AS diperkirakan bakal mengumumkan boikot tersebut pada pekan ini.
“Jika AS memaksa untuk tetap pada keputusannya, China akan membalas dengan tindakan balasan,” ujarnya.
Menurut Zhao, boikot tersebut terlalu berlebihan dan harus dihentikan agar tak berdampak pada dialog dan kerja sama antara China dan AS di area-area penting.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
