Makin Panas! AS Kembali Peringatkan Rusia: Bakal Ada Konsekuensi Besar

Makin Panas! AS Kembali Peringatkan Rusia: Bakal Ada Konsekuensi Besar

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Ketegangan hubungan dua negara terkait Krisis Rusia dan Ukraina semakin ‘memanas’. Pasalnya, saat ini Amerika Serikat kembali (AS) memperingatkan Rusia.

Terkait hal itu, Rusia pun diyakini bersiap menyerang Ukraina dalam waktu dekat.  Hal itu membawa AS dan NATO bersiaga mengirimkan kapal perang, pasukan dan jet tempur, mengingat kedekatan yang tengah terjalin dengan Kyiv.

Sementara itu, baru-baru ini Presiden AS Joe Biden mengancam Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden AS Joe Biden mengaku akan “membombardir” pribadi Putin dengan sanksi. Ia bahkan mengatakan bakal ada konsekuensi besar dari tindakan yang dilakukan pemimpin Rusia itu. Bahkan, tegasnya, mengubah dunia.

“Ya, saya melihat itu,” katanya.

Baca Juga

Meski demikian, bentuk sanksi tak dijelaskan detail.

Sebelumnya seorang pejabat senior mengatakan sanksi ekonomi dengan konsekuensi besar sudah disiapkan untuk negeri Beruang Putih. Dilansir dari CNBC. Rabu, 26 Januari 2022.

Mulai dari pembatasan ekspor peralatan AS berteknologi tinggi di sektor kecerdasan buatan, komputasi kuantum, hingga kedirgantaraan.

“Apa yang kita bicarakan adalah teknologi canggih yang kita rancang dan produksi dan memotongnya akan memukul ambisi strategis Putin untuk mengindustrialisasi ekonominya dengan cukup keras,” kata pejabat anonim itu.

Sementara itu, AS sendiri mengatakan akan menempatkan 8.500 tentara ke Eropa Timur. Pasukan dalam “siaga tinggi” untuk bergabung dengan tentara negara NATO lain.

Di sisi lain, militer Rusia sendiri telah mengumumkan senang melakukan latihan perang dengan melibatkan 6.000 tentara di dekat Ukraina dan wilayah Krimea. Latihan ini melibatkan jet tempur, pembom, sistem anti-pesawat dan kapal dari armada Laut Hitam dan Kaspia.

Persoalan Rusia dan Ukraina kompleks. Bukan hanya melibatkan klaim wilayah, dalam hal ini Krimea yang dicaplok Rusia tahun 2014, tapi juga hegemoni Rusia dan Barat.

Sejak revolusi terjadi di tahun yang sama, yang menyingkirkan pemimpin pro-Rusia di negara itu, Ukraina semakin dekat dengan Barat. Bahkan Ukraina berniat menjadi bagian NATO.

Rusia menentang ini terjadi. Dikhawatirkan akan ada pangkalan militer NATO di dekat Rusia.

Selain itu, dalam pembicaraan damai Putin kerap meminta jaminan AS dan NATO terkait hal tersebut. Namun selalu deadlock, termasuk beberapa hari lalu..

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.