Makna panggilan “Daeng” bagi Suku Bugis

Makna panggilan Daeng bagi Suku Bugis Makassar

TERKINI.ID, – Orang Makassar atau Bugis sering dikenal dengan sebutan panggilan Daeng. Hampir semua nama di awali dengan penyebutan Daeng. Padahal jika ditelusuri makna panggilan Daeng bagi Suku Bugis memiliki makna yang berbeda dari pemikiran Anda selama ini.

Dahulu dalam suku Bugis dikenal tiga strata atau kasta. Kasta tertinggi adalah Ana’ Arung (bangsawan) yang punya beberapa sub kasta lagi. Kasta berikutnya adalah To Maradeka atau orang merdeka (orang kebanyakan). Kasta terendah adalah kasta Ata atau budak.

Hanya orang-orang yang berkasta Ana’ Arung dan To Maradeka yang berhak memberikan nama gelar pada keturunannya. Sementara kasta Ata tidak berhak untuk menggunakan nama gelar.

Bagi bangsawan Bugis, gelarannya adalah “Andi”, sedangkan bagi To Maradeka bergelar Daeng.

Seiring dengan berjalannya waktu, paggilan “Daeng” saat ini memiliki makna yang beragam. Bisa berarti kakak, dan bermakna kelas sosial.

Namun demikian penggunaannya harus berhati-hati, karena saat ini, penggunaan kata Daeng sering ditujukan untuk kelas sosial tertentu, misalnya, daeng becak (penarik becak), daeng sopir pete-pete (sopir angkot), daeng kuli bangunan dan lain sebagainya.

Baca :Siri’ Naranreng, harga diri yang dipertaruhkan Suku Bugis

Meski zaman mengalami perubahan dan semakin moderen, namun tidak mempengaruhi adat istiadat suku Bugis. Sebagian dari mereka masih memegang teguh adat istiadatnya, termasuk berkaitan soal strata sosial ini.

Di Sulawesi Selatan, khususnya penghormatan kepada tokoh Bugis termasuk di dalamnya bangsawan biasanya dilakukan dengan menggunakan kata panggilan “Puang”, bukan “Daeng”.

Ini secara umum. Jadi hati-hatilah memanggil orang Bugis dengan sebutan “Daeng”.