Mangkir, dua legislator Sulbar terancam dijemput paksa

Kepala Kejati Sulselbar Jan Maringka memimpin penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dana aspirasi Sulbar TA 2015-2016./ Herman Kambuna

Terkini.id, Makassar – Setelah menahan dua tersangka, penyidik Kejati Sulselbar akan melakukan upaya jemput paksa terhadap dua tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan, anggaran dana APBD Sulbar, 2016 sebesar Rp360 miliar.

Yakni tersangka lainnya, wakil ketua DPRD Sulbar Munandar Wijaya dan wakil ketua DPRD Sulbar Harun. Keduanya dianggap dua kali mangkir dari panggilan penyidik Kejati Sulselbar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin mengatakan jika kedua tersangka masih tetap tidak koporatif, maka pihaknya akan melakukan upaya pemanggilan secara paksa.

“Bila sampai panggilan yang ketiga kali. Maka penyidik akan kembali melakukan pemanggilan terhadap 2 orang tersangka lainnya yang belum memenuhi panggilan pemeriksaan pada hari ini melalui upaya paksa,” tegas Salahuddin

Diketahui, dalam perkara tersebut, para tersangka dalam kapasitasnya sebagai Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Barat diduga terlibat dalam praktek penyimpangan pengelolaan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Barat TA 2016 sehingga menyebabkan kerugian keuangan Negara sekitar Rp.80.000.000.000,-(delapan puluh milyar rupiah).

Penahanan yang dilakukan oleh Penyidik menurut Salahuddin, merupakan wujud komitmen Kejati Sulsel dalam mendorong percepatan penuntasan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi APBD Sulbar 2016.

Berita Terkait
Komentar
Terkini