Mantan Nakhoda Beberkan Penyebab Karamnya KM Lestari Maju, Ternyata…

KM Lestari, korban jiwa, nakhoda, penyebab
KM Lestari tenggelam di perairan Selayar

Terkini.id, Makassar – Karamnya Kapal Motor (KM) Penumpang Lestari Maju di Perairan Selayar, pada Selasa 3 Juli 2018, diduga karena kondisi kapal yang sudah tua. Itu bisa menjadi penyebab.

Seperti diketahui, KM Lestari yang karam itu, telah menyebabkan lebih dari 30 orang penumpang meninggal dunia. Kebanyakan warga Selayar yang berangkat menuju Kabupaten Kepulauan itu.

Atas persoalan tersebut, seorang mantan nakhoda KM Lestari Maju, Quraisy Dahlan, membeberkan masalah di dalam kapal tersebut.

Quraisy menjelaskan, Kapal Penyeberangan dari Bira Bulukumba ke Selayar itu, usianya sudah mencapai 30 tahun. Namun anehnya, masih mendapat izin untuk beroperasi.

“(KM Lestari Maju) buatan tahun 1989, spesifikasi dari kapal roro diubah menjadi kapal penumpang, hebat pemiliknya bisa kibuli semua orang-orang Selayar,” terang Quraisy yang diketahui pernah menjadi nakhoda kapal tersebut, melalui media sosialnya.

Disebutkan, pada April 2018 lalu, kapal tersebut menjalani pengedokan (perawatan/perbaikan kapal) di salah satu galangan kapal di Makassar.

Meskipun penyebab kerusakan kapal masih sedang diselidiki oleh pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), sejumlah pihak mendesak agar angkutan transportasi di pulau tersebut harus segera dibenahi.

Baca juga: Hasil Rekap 15 Kecamatan Makassar: Kolom Kosong Menang

Hal ini karena, kapal-kapal yang beroperasi di trayek Bulukumba-Selayar yang sudah tua bukan cuma KM Lestari Maju. Karena itu, harus ada perhatian pemerintah untuk memperbarui kapal-kapal yang beroperasi.

Harus Segera Dibenahi

Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Hasanuddin, Idrus Taba, mengungkapkan, masalah di Selayar seperti kapal yang tua, hasil sulap dari kapal jenis lain menjadi Ferry, kanibalisme suku cadang, pelayanan buruk, tidak safety, kapasitas muatan berlebih, hingga pengawasan Syahbandar lemah.

“Manusia dan kendaraan ditumpuk ditempat sama. Dibanding Ferry di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang baru, baik dan aman, mengapa yang dikirim ASDP ke Selayar Ferry “zombie”? Sejak ada Ferry penyeberangan Bira-Pammatata, seingat saya, ciri utamanya dua: kapal zombie dengan suku cadang hasil kanibal,” terang Idrus Taba.

Komentar

Rekomendasi

Utamakan Pencegahan Penyebaran Covid-19, Bupati Selayar Tutup Akses Jalur Laut

PDIP Usung Tomy-Makkasau di Pilkada Bulukumba, Basli-Syaiful di Selayar

PDIP Akan Serahkan Rekomendasi Untuk Pilkada Bulukumba dan Selayar

NasDem Isyaratkan Paket Basli-Ady di Pilkada Selayar

CDK Mamminasata Bebaskan Nelayan Asal Pulau Kayuadi

Pulau Jampea Segera Menikmati Listrik Dari PLN

Festival Takabonerate 2019 Siap Digelar 24 Sampai 28 Oktober

Dua Rumah Kontrakan di Selayar Dilahap Si Jago Merah

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar