Mantan Pentolan Andi Bur-ASK Kini Perkuat PAMMASE

pentolan tim Andi Burhanuddin Unru-Andi Syahrir Kube (ASYIK) di Pilkada 2013, Ari Sarasa. Tokoh asal Pammana ini menyatakan sikap siap memenangkan PAMMASE. /Nasruddin

TERKINI.id — Deretan tokoh dan komunitas yang memilih bergabung ke barisan pemenangan Pasangan Amran Mahmud-Amran SE (PAMMASE) semakin mengalir pasca duet ini menyatakan niat maju mewakafkan diri di Pilkada Wajo.

Terbaru adalah pentolan tim Andi Burhanuddin Unru-Andi Syahrir Kube (ASYIK) di Pilkada 2013, Ari Sarasa. Tokoh asal Pammana ini menyatakan sikap siap memenangkan PAMMASE.

Penegasan sikap Ari Sarasa disampaikan saat bertemu dengan Amran Mahmud di posko pemenangan PAMMASE di Sengkang, Senin 26 Februari 2018.

“Saya dukung PAMMASE, selain karena kepribadian dan kepeduliannya memajukan Wajo, juga komitmennya bisa dipegang,” tegas Ari Sarasa yang datang mengenakan topi.

Ari juga mengurai beberapa kekecewaannya dengan kinerja pemerintahan saat ini. Padahal Wajo memiliki banyak sumber daya alam yang bisa dikelola untuk memberdayakan masyarakat.

Menarik untuk Anda:

“Makanya di pilkada kali ini kita jangan salah pilih. Saatnya Wajo dipimpin figur seperti Pak Amran Mahmud,” tambah Ari Sarasa, meyakinkan.

Selain bercengkrama penuh keakraban dengan Amran Mahmud, Ari juga mengacungkan 1 jari sebagai penegas dukungannya ke pasangan yang dikenal merakyat, amanah, bersahaja itu.

Di Pilkada Wajo, dukungan berbagai elemen masyarakat terus berdatangan ke PAMMASE. Selain disampaikan saat duo Amran bersilaturahmi di desa-desa, juga sebagian datang khusus ke posko pemenangan until menegaskan sikap.

Bukan hanya komunitas dan elemen masyarakat, sejumlah tokoh nasional asal Sulsel juga tidak mau ketinggalan. Salah satunya keluarga Jusuf Kalla, Aksa Mahmud.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bahas Kesejahteraan, Anir-Lutfi Siap Tampil di Debat Perdana Pilkada Pangkep

Bawaslu Hentikan Pemeriksaan Bagi-Bagi Beras yang Dituduhkan Ke Appi-Rahman

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar