Marzuki Alie Blak-blakan Ungkap Alasan AD/ART PD 2020 Tak Digunakan di KLB Sumut

Terkini.id, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat terpilih melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumatera Utara, Marzuki Alie menyampaikan alasan mengapa kongres tersebut tidak menggunakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat 2020.

AD/ART tahun 2020 dinilai tidak memenuhi nilai demokrasi, hal itu menyebabkan KLB yang diselenggarakan di The Hills Hotel and Resort, Sibolangit, Sumatera Utara itu tidak menggunakan AD/ART tahun 2020.

KLB di Sumut diketahui memakai AD/ART tahun 2005.

Baca Juga: Usai Terancam Kudeta, Elektabilitas AHY Kini Lampaui Prabowo: Kami Makin...

Marzuki juga menyampaikan bahwa AD/ART 2020 pengurus tidak melakukan kesepakatan dan musyawarah dalam melakukan perubahan AD/ART Partai Demokrat, oleh karenanya tidak dianggap demokratis.

“Perubahan itu juga tidak dibicarakan, maka dikembalikan ke AD/ART 2005. Putusan tertinggi dilakukan terkait perubahan AD/ART. Jadi perubahan yang memenuhi unsur itu secara substansi, nilai demokrasinya juga dijunjung, di mana hak anggota dihargai. Itu AD/ART 2005,” kata Marzuki, dikutip dari Rmol.id, Minggu 7 Maret 2021.

Baca Juga: Emosi ke SBY, Pencipta Partai Demokrat: Dia Licik dan Pembohong

“Jadi, itu yang dijadikan patokan teman-teman dari yang saya dapat lihat penjelasan KLB kemarin,” tambahnya.

Sebelumnya, kata Marzuki, ia sempat mempertanyakan hal tersebut kepada pihak-pihak yang mendukung KLB di Sumut mengenai keabsahan dari KLB ini.

Jhoni Allen Marbun selaku salah satu deklarator KLB ini memberi penjelasan secara utuh bahwa KLB itu dilakukan karena mereka menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Artinya, tidak boleh seseorang itu mempunyai hak veto di dalam demokrasi.

Baca Juga: Jika SBY Daftarkan Partai Demokrat sebagai HAKI, Dia Bukan Lagi...

“Ada 500 kader yang miliki hak suara menginginkan KLB, tapi kadernya bisa mati karena keputusan ketua majelis tinggi,” jelas mantan Ketua DPR RI tersebut.

Sponsored by adnow
Bagikan