Masa LFH dimanfaatkan Mahasiswa Polbangtan bersama Petani Laksanakan Kegiatan “Mangubbu Padi”

Mahasiswa Polbangtan Gowa Mangubbu Padi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian  bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL.

Menindaklanjuti pernyataan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan. Prof Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa generasi muda atau disebut juga pemuda milenial, menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan.

“Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian”.  “Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” lanjut Dedi.

Tidak terkecuali Fikramullah, Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa jurusan budidaya ternak melakukan pendampingan dalam rangka menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19. Kegiatan pencabutan bibit (mangubbu) padi di kelompok Tani Asoka 2, Desa Buareng, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

Menarik untuk Anda:

Pencabutan bibit kami lakukan di lahan milik anggota Kelompok Tani Asoka, Sekitar pukul 13.30 WITA. untuk memindah tanaman padi yang telah di semai ke sawah yang sudah d gemburkan.  Rabu, (27/05).

Kegiatan pendampingan petani oleh mahasiswa Polbangtan Gowa selama pandemi Covid-19 ini di lakukan agar mahasiswa dapat mengesah kemapuan, keterampilan dan keahlian yang di lapangan dan menerapkan langsung ilmu yang telah di peroleh di kampus bersama petani. Meski di tengah wabah Covid 19 yg melanda hampir di seluruh dunia, kegiatan tetap di jalani oleh petani seperti biasa di karenakan  padi merupakan tanaman pangan utama yang harus tetap terpenuhi di tengah pandemi Covid 19 guna menyokong petani menjaga ketersediaan pangan berupa beras. 

Lanjut Fikramullah, kegiatan kami lakkan dennen cara mencabut bibit yang telah di semai. Bibit padi di lahan persemaian baru bisa dipindahkan atau ditanam ke petak persawahan setelah berumur 10-18 hari. Sebelum bibit padi dicabut, lahan persemaian terlebih dahulu digenangi air selama 1 hari antara 2-5 cm agar tanah menjadi lunak sehingga bibit padi tidak rusak saat dicabut atau dipindah tanam.

Kondisi pandemi covid-19 yg melanda NKRI bahkan menjadi bencana non-alam bagi seluruh dunia dimana para petani (Penyangga Tatanan Negara) harus tetap menanam, petani dengan segala kesuh keringat jauh dari perlengkapan APD mereka tanpa alas kaki harus turun ke sawah meski tidak diminta petani harus tetap menumbuhkan alam demi perut 269 juta jiwa rakyat Indonesia. Oleh karena itu sangatlah di harapkan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk tetap memberi dukungan kepada para petani serta para pemuda mengambil bagian dari bidang mereka masing-masing,” kata Fikramullah.

Semoga apa yang kamı lakukan bersama petani dan penyuluh saat ini, bisa membantu pemerintah dalam ketersediaan pangan ditengah pandemi covid-19,” pungas Fikramullah.

Mentan SYL, sektor pertanian menjadi harapan dan tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.  Semuan insan pertanian tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh, mewujudkan kemandirian pangan bangsa. Menjadi petani kita sehat sejahtera dan semangat, agar tetap terus berproduksi. (MUZ).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bahas Perwujudan Kota Inklusif, Arsitektur Unismuh Makassar Bakal Gelar Diskusi Virtual

Dosen UNM Bimbing Pembuatan Alat Kontrol Pengaman Listrik di SMK Somba Opu

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar