Masa Mudik, Tiket Pesawat Jakarta ke Makassar Transit Jayapura Tembus Rp24 Juta

Garuda
Maskapai Garuda Indonesia. (Foto: Voaindonesia)

Terkini.id, Jakarta – Polemik tingginya harga tiket pesawat di Indonesia masih bergulir jelang masa libur Idul Fitri 2019, khususnya di masa mudik saat ini.

Padahal, melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019, pemerintah telah menetapkan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) penumpang untuk pelayanan angkutan udara kelas ekonomi dalam negeri.

Akibat lonjakan harga tiket pesawat yang menjulang tinggi, masyarakat Indonesia kini dibuat pusing apakah ingin mudik dengan jalur udara, ataukah lewat jalur laut yang lebih ekonomis.

Bahkan, tak sedikit yang memikirkan untuk tak pulang berlebaran dengan sanak keluarga di tahun ini lantaran harga tiket pesawat yang semakin mahal.

Berdasarkan penelusuran di agen penjualan tiket online Traveloka, terlihat harga paling murah dari Jakarta menuju Makassar sebesar Rp 3.190.590 per orang.

Artinya, jika akan bolak-balik Jakarta-Makassar selama musim mudik, maka pemudik harus merogoh kocek sekitar Rp 6 juta.

“Ini THR hampir habis hanya untuk beli tiket pesawat ke Makassar dari Jakarta. Dan saya beli harus pulang pergi,” ujar Abdul Malik, salah seorang warga Makassar yang merantau di Jakarta, dikutip dari Detik, Kamis 30 Mei 2019.

Tiket pesawat Kelas Bisnis transit Jayapura tembus Rp 24 juta

Pesawat
Ilustrasi pesawat. (foto: Ist)

Untuk tiket transit, harga tiket yang dibanderol pun akan semakin meningkat. Sebagai contoh, tiket Batik Air yang transit di Surabaya sebelum ke Makassar dihargai Rp 6.648.830 dan tiket pesawat Garuda Indonesia yang transit di Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie seharga Rp 8.690.100.

Yang paling mahal, adalah kelas bisnis Garuda Indonesia yang transit di Jayapura. Harganya Rp 24.576.300 pada Sabtu 2 Juni mendatang.

Sementara itu, PT Angkasa Pura I yang mengelola Bandara Sultan Hasanuddin mengakui adanya penurunan penumpang akibat mahalnya harga tiket.

“Perbandingan dalam kurun lama tahun terakhir, tahun ini memang sangat drastis penurunannya. Padahal sebelumnya, pertumbuhannya selalu positif, sekitar 13 persen,” kata GM Angkasa Pura I, Wahyudi kepada wartawan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini