Terkini.id, Makassar – Situasi di Kota Makassar semakin memprihatinkan karena masih banyak pengembang yang enggan menyerahkan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU).
Alasan mereka bervariasi, mulai dari keberatan dengan persyaratan hingga kebangkrutan. Akibatnya, banyak perumahan di Makassar yang tidak terurus dengan baik.
Pengamat Tata Kelola Perkotaan dan Transportasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menilai kerusakan jalan dan tata kelola drainase yang amburadul menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Makassar.
“Terutama perumahan-perumahan yang rentan terhadap banjir karena saluran drainasenya dalam keadaan kacau,” kata Nur Syam.
Masalahnya semakin parah karena penataan oleh Pemerintah Kota Makassar sulit diintervensi karena status kepemilikan aset masih berada di tangan pihak ketiga.
- Pemkot Makassar Optimalkan Pengelolaan Sampah, TPA Antang Ditargetkan Beralih ke Sanitary Landfill
- Hadiri Celebration Bosowa School, Munafri Tekankan Pentingnya Adab dan Akhlak dalam Pendidikan
- Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Makassar Wajibkan Teba dan Kompos di Lingkungan OPD
- Pemkot Makassar Terima Aset PIP, Pengembangan Stadion Untia Makin Matang
- 10 Kandidat Berebut 5 Kursi Pimpinan Baznas Makassar, Wali Kota Munafri Pastikan Seleksi Transparan
Hal ini menjadi keluhan yang banyak disampaikan oleh masyarakat Makassar yang tinggal di kawasan tersebut, karena mereka merasa diabaikan oleh pemerintah kota.
Nur Syam berpendapat bahwa pemerintah kota seharusnya tidak menunggu PSU diserahkan, melainkan harus mengambil inisiatif.
Terlebih lagi, keberadaan PSU sangat penting karena berpotensi sebagai luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersisa di Makassar, terutama mengingat harga lahan yang semakin tinggi.
Seperti yang diketahui, Makassar masih memiliki PR besar dalam mencapai target luas RTH sebesar 30 persen, sementara saat ini baru mencapai 10,99 persen.
“Jika dihitung, perumahan-perumahan tersebut dapat meningkatkan luas RTH. Oleh karena itu, hal ini harus diupayakan,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
