Massa Front Santri Indonesia Geruduk Holywings Semarang, Guntur Romli: Cuma Mau Bentangkan Poster Rizieq Aja

Terkini.id, Jakarta – Massa Front Santri Indonesia menggelar unjuk rasa di depan Holywings Semarang. Guntur Romli menyebut, mereka hanya mau membentang poster bergambar Rizieq Shihab.

“Padahal uda sepekan ditutup, mereka cuma mau bentangan poster Rizieq aja. Dasar pahlawan kesorean,” tulis Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muhammad Guntur Romli melalui akun Twitter @GunRomli, Sabtu, 2 Juli 2022.

Memang benar, Holywings Semarang diketahui sudah ditutup pihak manajemen sejak Senin, 27 Juni 2022.

Baca Juga: Habib Rizieq Ngaku Dapat Pesan dari Rasulullah: Disampaikan ke Saya

Namun, salah seorang perwakilan massa aksi dari Front Santri Indonesia, Muhammad Luthfi Rohmad, mengatakan ingin agar Holywings di Semarang ditutup permanen.

“Bukan kurang puas, kami ingin memastikan, mengawal, karena ditutup itu kan belum tau bagaimana izinnya, kalau izinnya belum ditutup mereka masih bisa beroperasi. Ditutup sehari, dua hari, buka lagi, siapa yang tahu,” kata Muhammad Luthfi di depan Holywings, kawasan Kota Lama Semarang, Jumat, 1 Juli 2022, seperti dilansir detik.com.

Baca Juga: Anies Ubah Nama RSUD Jadi Rumah Sehat Jakarta, Grace Natalie:...

Ada sekitar seratus massa aksi yang ikut dalam unjuk rasa itu. Massa berasal dari sejumlah ormas Islam di Semarang.

Sebelum sampai di Holywings Semarang, massa aksi melakukan orasi di depan Balai Kota Semarang. Mereka menuntut agar ada sanksi tegas terhadap pihak Holywings.

“Kalau kemarin kita dengar, kita apresiasi para aparat yang sudah bergerak cepat menangkap pelaku, tapi kami juga meminta sebagai sanksi sosial supaya tindakan itu agar tidak diulangi lagi atau ditiru dengan yang lain,” ujar Muhammad Luthfi.

Baca Juga: Anies Ubah Nama RSUD Jadi Rumah Sehat Jakarta, Grace Natalie:...

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, menjelaskan penutupan Holywings merupakan inisiatif manajemen. Hal itu dampak dari hebohnya promo miras menggunakan nama ‘Muhammad-Maria’ di Jakarta.

Bagikan