Mau lihat upacara kematian di Toraja, ini jadwalnya

Upacara kematian Rambu Solo di Tana Toraja/ Debra Ayudhistira

TERKINI.id – Upacara kematian Rambu Solo’ adalah salah satu kegiatan istimewa bagi masyarakat Tana Toraja.
Proses upacara Rambu Solo bersumber dari kepercayaan leluhur masyarakat Toraja yang disebut Alok to Dolo’ yang artinya awal mula kepercayaan.

Dalam kepercayaan Alok to Dolo’ yang hingga kini masih dianut oleh sebagain masyarakat Toraja, seseorang yang meskipun telah mati secara fisik, belum bisa dikatakan meninggal jika belum melalui prosesi rambu solo’.

“Sebelum upacara rambu solo’, orang yang sudah meninggal hanya dikatakan sedang sakit atau melemah yang dikenal dengan sebutan to’ makula,” jelas Peneliti Bidang Sejarah Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulsel, Simon Siru’a Sarapang.

Karena belum dianggap meninggal, lanjut Simon, jenazah tetap diberikan makanan dan minuman sama seperti orang yang masih hidup. Makanan dan minuman bagi jenazah diletakkan di atas nampan dan diberikan pada waktu makan dalam keluarga.

Prosesi ini akan berkahir menjelang dilaksanakannya upacara rambu solo’. Menjelang rambu solo’, makanan sang jenazah akan dipindahkan pada selembar daun pisang, sedangkan minumna akan disimpan dalam wadah bambu. Prosesi ini disebut Di’ Doya.

Hal unik lainnya dalam upacara kematian rambu solo adalah setiap anggota keluarga berkewajiban menyumbangkan hewan kerbau bagi jenazah. Bagi masyarakat Toraja, hewan kerbau dianggap sebagai kendaraan yang dapat memudahkan perjalanan sang mati menuju nirwana (alam Puya’).

Untuk itu, orang Toraja percaya semakin banyak jumlah hewan kerbau yang dikorbankan dalam upacara akan semakin memudahkan perjalanan sang arwah menuju tempat yang abadi.

Hewan kerbau yang dikorbankan dalam prosesi ini jumlahnya bisa mencapai uluhan hingga ratusan ekor, tergantung dari kemampuan ekonomi keluarga sang mati.
Selain itu, hewan kerbau yang akan dikorbankan umumnya dipilih dari jenis yang terbaik. Untuk mendapatkan satu ekor jenis ini, siap-siap merogok kocek hingga miliaran rupiah.

Selain kerbau, hewan yang juga akan disembelih dalam upacara kematian rambu solo’ adalah babi.

Seluruh hewan ini nantinya akan disembeli dan dagingnya kan dibagikan kepada seluruh masyarakat kampung tempat dilaksanakannnya prosesi uacara adat rambu solo’.

Nah, jika tertarik menyaksikan langsung upacara kematian rambu solo’ di Toraja, ada baiknya Anda mencatat jadwal kegiatan upacara adat ini.

– 16-21 juni Rambu Solo (upacara kematian) Di To’bubun Ba’tan, Kesu, Toraja.
– 22-24 juni Mappasilaga di Sa’dan to barana.
– 26 juni Ma’palao
– 28 juni Ma’mulai
-29-30 juni Mantarima tamu
– 1 Juli Massanduk
– 3 Juli Mantunu
– 6 juli Manrara Banua di Langda Marante. Kecamatan Sopai.
– 20 – 23 juli Toraja International festival di Kete Kesu’

Berita Terkait
Komentar
Terkini