Mau sukses dan kaya, ikuti 8 strategi bisnis Warren Buffet

Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia

Terkini.id, – Warren Buffett salah satu pengusaha paling sukses di dunia saat ini, dikenal sebagai pribadi luarbiasa yang memiliki strategi investasi yang mumpuni sehingga menjadikan dirinya sebagai orang terkaya keempat di dunia. Kekayaannya diperkirakan sebesar $ 62 milyar (sekitar Rp 620 triliun rupiah)

Meski kaya tetapi tidak membuatnya tinggi hati, Buffet terkenal dengan pribadi yang memiliki gaya hidup sederhana, dermawan bahkan separuh kekayaannya disumbangkan untuk yayasan sosial Melinda Gates untuk memerangi penyakit Malaria.

Dalam menjalankan bisnisnya, Buffet mempertimbangkan dengan matang perusahaan yang dia beli. Sehingga dalam kondisi sulit sekalipun perusahaan-perusahaannya tidak mudah goyah meskipun memasuki masa-masa sulit. Selain itu, ia juga tahu mempertimbangkan tren industry ke depan.

Berikut 8 Strategi Investasi yang dilakukan Buffet ini bisa dijadikan panduan untuk kita berinvestasi

1. Fokus pada prioritas utama yang Anda minati dan pahami

Jika ingin berinvestasi lakukanlah pada bidang yang Anda minati, kuasai dan fokuslah pada produk-produk yang Anda gunakan.

Buffet menginvestasikan dananya pada bidang utama : asuransi, industry, peralatan serbaguna dan rel kereta.

Baca :Begini caranya sukses menurut Warren Buffett, orang terkaya sedunia

Perusahaan besar yang dimilikinya dan sangat terkenal seperti American Express, Coca Cola, Wells Fargo, IBM, Heinzm GEICO, Fruit of the Loom, Netjets dan perusahaan perhiasan, furniture dan retail.

2. Harus punya visi jangka panjang

Harus punya visi jangka panjang dalam berbisnis, bukankah tanpa visi tidak akan terjadi apa – apa ?

Buffett memiliki visi jangka panjang dalam berbisnis, ia pertama kali berinvestasi di Coca Cola pada tahun 1988 dan tidak pernah menjual satu lembar sahamnya setelah itu. Ia bahkan pernah berkata, kepemilikan sahamnya di sebuah perusahaan adalah untuk selamanya.

Salah satu perusahaan Buffett, American Express masih terus dipegangnya meski dengan melewati masa-masa sulit.

3. Berinvestasi pada perusahaan yang memiliki manajemen bersih

Pilihlah perusahaan yang memiliki manajemen bersih meskipun perusahaan tersebut sepertinya mengalami masa-masa sulit selama yang dilakukan manajemennya benar pasti bisa dijalankan kembali.

“Untuk membangun reputasi sebuah perusahaan butuh 20 tahun dan hanya butuh lima menit untuk menghancurkannya,” demikian ungkapan Buffett.

Dalam berinvestasi, Buffet memilih perusahaan yang memiliki manajemen baik dan bersih. Ketika membeli sebuah perusahaan yang gulung tikar, Buffet memilih agar manajemennya juga ikut untuk sama – sama membangun perusahaan tersebut.

Baca :Begini caranya sukses menurut Warren Buffett, orang terkaya sedunia

4. Berani bertindak pada waktu yang tepat

Insting bisnis harus jalan sehingga tahu bagaimana bertindak di waktu yang tepat supaya bisa sukses.

Buffet berinvestasi pada saat pasar sedang remuk, terbukti ia berhasil menyelamatkan perusahaan yang terkena resesi seperti Bank of America, Goldman Sachs, General Electric dan Down Chemical.

Selama masa depresi besar, ia mengambil strategi, “Takut ketika orang lain serakah, dan serakah ketika orang lain takut.”artinya berinvestasilah dengan semangat ketika pasar sedang remuk.

5. Berinvestasi pada nilai dan harga yang tepat

Pelajari perusahaan atau bisnis yang akan Anda join, bagaimana laporan keuangannya, lihat kondisi utangnya.

Buffett biasanya memilih perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan utang yang rendah dan return of equity yang tinggi. Buffett menyukai investasi di perusahaan yang menawarkan dividen dan buyback saham.

6. Menyimpan dana cadangan dan menjaga dari hal – hal tak terduga

Dana cadangan akan membantu investor untuk mengejar peluang bisnis dan menyediakannya untuk hal – hal yang tak terduga. Ini wajib dimasukkan dalam laporan tahunan seperti yang biasanya Buffet lakukan dalam perusahaannya.

Baca :Begini caranya sukses menurut Warren Buffett, orang terkaya sedunia

7. Lakukan investasi secara perlahan dan teratur

Berinvestasi dengan membeli saham secara perlahan dan teratur dari waktu ke waktu, harus tahu juga kapan waktunya membeli saham tersebut.

Buffet melakukannya dengan secara konsisten membeli saham Wells Fargo sejak masa resesi dan menambahkan secara bertahap kepemilikannya. Ia tidak senang memborong saham pada sekali waktu.

8. Tahu kapan Anda membuat kesalahan

Kesalahan dalam berinvestasi bisa saja terjadi diluar kendali kita. Asal kita tahu kesalahan tersebut dan belajar untuk tidak melakukan lagi untuk kedua kalinya.

Buffett pernah mengalami hal ini, memiliki saham bernilai miliaran dolar AS di Procter & Gamble (P&G) melalui merger P&G dan Gillete, namun pada akhirnya Buffett memutuskan untuk melepas P&G.

Strategi ini jika dilakukan pasti bisa buat kita berhasil karena orang terkaya di dunia yang lakukan ini. Semoga bisa menginspirasi

Sumber Kompas

Komentar

  • Kontak Informasi Makassarterkini
  • Redaksi: redaksi@makassarterkini.com
  • Iklan: iklan@makassarterkini.com