Max Sopacua ke Andi Mallarangeng: Anda Harusnya Tak Masuk Demokrat karena Baru Keluar Penjara

Max Sopacua ke Andi Mallarangeng: Anda Harusnya Tak Masuk Demokrat karena Baru Keluar Penjara

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Perdebatan antara kader Partai Demokrat yang pro KLB (Kongres Luar Biasa) dan kontra KLB terjadi antara Andi Mallarangeng dengan Max Sopacua.

Seperti diketahui, terjadi kisruh dalam internal partai berlambang bintang mercy ini setelah sejumlah kader ingin menggelar KLB untuk menggantikan posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam tayangan talkshow MetroTV, perdebatan terjadi antara Andi Mallarangeng yang merupakan pendukung AHY dan menganggap KLB tidak bisa digelar karena abal abal atau tidak sesuai konstitusi organisasi.

Otomatis, ungkapan itu diprotes keras Max Sopacua.

Perdebatan tersebut mulanya saat Andi Mallarangeng mengungkapkan bahwa orang orang yang berbicara terkait KLB Partai Demokrat sudah keluar dari partai tersebut.

Baca Juga

“Kita lihat sekarang, yang bicara KLB ini pak Max. Pak Max ini kawan lama. Setahu saya, Pak Max sudah pindah ke Partai Emas. Jadi nda perlu lagi bicara Demokrat, karena sudah (dianggap) keluar dari Demokrat, ” ujarnya.

Terkait KLB yang dia sebut sebagai abal abal, pria asal Sulawesi Selatan ini juga mengungkap alasannya.

“Orang orang yang diundang ke KLB ini tidak jelas keanggotaannnya. KLB itu menurut aturan, ada perwakilan yang diminta 2 atau 3 orang per DPD, atau separuh dan disetujui oleh Majelis Tinggi Demokrat yakni pak SBY,” ungkapnya lagi.

Dia pun menegaskan bahwa Demokrat tetap kokoh di bawah kepemimpinan AHY. 

“Polingnya mulai 6 persen sampai 12 persen dan bergerak terus trennnya, naik. Demokrat bisa naik jadi partai nomor 6 nomor 3,” Kata dia.

Dia pun menuding orang orang yang ingin menggelar KLB sebagai kekompok yang berselingkuh dengan kekuasaan dan tergiur dengan uang.

“Kita ini kan lagi konsolidasi, tiba tiba muncul sekelompok orang ini mau mengambil alih (partai), mereka bersekongkol dengan orang yang di lingkaran kekuasaan yang punya uang,” ungkap mantan Menpora tersebut.

Menjawab tudingan Andi Mallarangeng, Max Sopacua balik memberi serangan. Max menjawab tudingan bahwa dirinya sudah berada di partai lain dan menyebut Andi Mallarangeng yang seharusnya sudsh tak layak berada di Demokrat.

“Saya mulai dari awal, Max Sopacua dituduh berada di Emas yang blm jadi partai,” ungkap Max. 

Dia pun mengungkapkan posisinya di partai yang belum resmi jadi partai tersebut adalah sebagai konsultan.

“Saya profesional, orang bayar saya jadi konsultan di partainya. Tidak ada yang bisa katakan saya keluar dari Demokrat. Hanya pengadilan yang putuskan Max Sopacua dikeluarkan (dari Demokrat) termasuk teman teman 7 orang itu (yang dikeluarkan dari Demokrat).

Demokrat boleh keluarkan sekian puluh orang (kader), silahkan. Kita akan buat keputusan mengikat itu atas dasar keputusan pengadilan,” tegasnya.

Dia kemudian menuding bahwa seharusnya Andi Mallarangeng yang tidak di demokrat lagi.

“Anda nda perlu masuk ke Demokrat karena anda baru keluar dari penjara,” ungkap Max dengan nada keras.

Dia pun mengungkap bahwa kejadian korupsi hambalang yang pernah menyeret Andi Malllarangeng sebagai terpidana korupsi, telah membuat elektabilitas partai tersebut jatuh.

“Dari 20 persen menjadi 10 persen,” Kata Max yang menegaskan KLB akan dia gelar. Meski begitu, Max enggan menyebutkan ada berapa orang kader yang ikut mendukung digelarnya KLB karena itu terkait strategi politik yang mereka rahasiakan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.