Media Sosial dan Warna-warni Kemerdekaan

Terkini.id – Tujuh belas Agustus tahun empat lima itulah hari kemerdekaan kita

Hari Merdeka, Nusa dan Bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Baca Juga: Tarung Jalanan dan Fakta Penyebab Dibaliknya

Merdeka…

sekali Merdeka, tetap Merdeka
selama hayat masih dikandung badan
kita tetap setia, tetap sedia
mempertahankan Indonesia
kita tetap setia tetap sedia
membela negara kita..

Baca Juga: Urgensi Satgas Penyelamat Pendidik dan Guru Besar

Menyanyikan lagu kemerdekaan merupakan salah satu cara dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI. Biasanya, digaungkan saat upacara dan kegiatan 17an di berbagai lapangan baik instansi pemerintahan bahkan di sekolah dan pelosok. 

Kini berbagai semarak yang biasanya dilakukan secara luring sangat terbatas bahkan ditiadakan karena kondisi covid-19.
 
Tahun 2021 merupakan tahun kedua Indonesia di masa pandemic covid-19. Berbagai sektor pekerjaan maupun kegiatan masih berlangsung dengan sistem luring maupun daring dengan berbagai ketentuan dan persyaratan. 

Bahkan, saat ini di beberapa wilayah menerapkan sistem perberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Adanya perpanjangan pembatasan ini, membuat masyarakat melakukan segala aktifitasnya banyak dirumah terlebih bagi pekerja bahkan ada yang sampai 100% work from home. 

Baca Juga: Hati-hati Cetak Sertifikat Vaksin Covid-19, Bisa Disalahgunakan untuk Pinjaman Online

Salah satu aktifitas yang paling banyak dilakukan masyarakat selama pandemic bahkan PPKM adalah banyak berinteraksi di dunia internet (daring). 

Pandemik Covid-19 membuat perayaan kemerdekaan menjadi beda sejak tahun 2020 sampai tahun ini (2021). 

Dalam rangka menghindari kerumunan dan menekan laju penularan virus corona, maka perayaan HUT RI pun,  mulai disemarakkan di berbagai platform media social (TikTok, Instagram, Twibbon) bahkan berbagai instansi dan komunitas melakukan  berbgai jenis perlombaan untuk merayakan kemerdekaan RI yang ke-76 Tahun. 

Kalau kita kembali mengingat sejarah kemerdekaan, saat itu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan peristiwa penting bagi bangsa dan rakyat Indonesia. 

Setelah pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno, berita penyebaran proklamasi kemerdekaan Indonesia mulai dilakukan. Tersebarnya berita proklamasi dilakukan dengan berbagai cara dan secara bertahap agar bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. 

Karena sejumlah daerah khususnya di luar jawa mengalami keterlambatan. Tapi dengan penuh tekad dan semangat berjuang,akhirnya peristiwa proklamasi diketahui oleh segenap rakyat Indonesia.

Dikutip situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ada beberapa cara yang dilakukan dalam penyebaran berita tentang proklamasi. Media yang dipakai untuk penyebaran, seperti surat kabar, radio, Kantor berita Yoshima (Antara), dan pemasangan pamflet, poster, serta spanduk.

Perjuangan para pejuang kemerdekaan Indonesia, tentu tidak dapat  dibayarkan dengan hanya mengingat jasa-jasanya dalam hening cipta atau dengan mencari informasi sejarah di media social, tapi dengan menjadi generasi unggul, tetap menggunakan semangat 45 dalam memperjuangkan bangsa ini dari hal-hal yang dapat menodai makna kemerdekaan Indonesia. 

Beberapa bulan ini, kita sama-sama menyaksikan di berbagai media social, Kominfo banyak melakukan sosialisasi secara massive melalui webinar online di seluruh provinsi dan kabupaten untuk mengedukasi masyarakat dalam menggunakan media social secara cerdas, aman dan nyaman. 

Hal tersebut dilakukan tentu tanpa alas an, kita sama-sama mengetahui atau boleh jadi kita temui disekitar kita banyak korban ataupun pelaku kejahatan dari media social.

Momentum kemerdekaan Indonesia di era digital ini harusnya menjadi momen untuk kita mengafirmasi diri dan memerdekan manusia lainnya dengan menggunakan media social secara baik.  

Istilah share is caring tentu bukan istilah asing lagi, kita perlu berbagi untuk hal-hal yang baik dan itu mudah kita lakukan di era digital, tapi jangan asal sharing tapi perlu cek kebenarannya. 

Kasus bullying dan hate speech juga banyak terjadi, Artinya masih banyak yang belum merdeka di era digital ini kemerdekaan memiliki makna yang  dalam, karena kemerdekaan di era digital bukan sekedar merdeka atau bebas menggunakan pemanfaatan teknologi digital sesuai keinginan, namun bagaimana mencegah diri untuk menahan jari agar tidak berdampak buruk bagi diri dan orang lain. 

Generasi Milenial seharusnya menjadi role model  dalam  menggunakan media sosial untuk memberikan inpirasi dalam menyikapi perubahan zaman, bukan menjadi sebuah ancaman melainkan tantangan dalam mewujudkan Indonesia Maju. 

Indonesia membutuhkan peran serta generasi yang penuh aksi dan berdaya saing, memiliki ide kreatif membuat konten di berbagai platform media social.

Penulis, Irnawati M.Ikom, Editor Jurnal Sipakalebbi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar

Bagikan