Masuk

Megawati Komentari Revisi Syarat Tinggi Badan Masuk TNI: Loh Kok Melorot

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengomentari revisi aturan syarat tinggi badan masuk TNI yang baru saja diputuskan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Megawati Soekarnoputri pun menyayangkan revisi syarat tinggi badan masuk TNI itu yang menurutnya malah makin menurun.

Hal itu disampaikan Presiden RI ke-5 tersebut saat menjadi pembicara di sebuah acara yang ditayangkan kanal YouTube TNI AL, pada 11 Agustus 2022 lalu.

Baca Juga: Soroti Revisi Aturan Tinggi Badan TNI, Megawati Usulkan 170 Cm

Dalam tayangan itu, Megawati menilai revisi aturan syarat tinggi badan untuk masuk TNI dari 165 cm menjadi 160 cm menunjukkan pertumbuhan bangsa Indonesia makin melorot.

“Sekarang rata-rata tingginya untuk masuk akademi berapa? 160. Loh kok melorot yah. Gimana sih pertumbuhan bangsa Indonesia ini, loh kok melorot,” ujar Megawati, seperti dilihat Terkini.id dari tayangan tvOne yang menyiarkan ulang video dari kanal Youtube TNI AL tersebut, Kamis 29 September 2022.

Ia pun meminta hal itu untuk menjadi perhatian TNI. Megawati pun mengaku pernah mengusulkan kepada TNI AL agar syarat tinggi badan untuk menjadi prajurit yakni 170 cm.

Baca Juga: Soal Perubahan Tinggi Badan Rekrutmen TNI, Megawati: Gimana Sih Pertumbuhan Indonesia

“Tolong ini diperhatikan sekali. Tadinya saya mau menaikkan, saya suruh siapa yang mau masuk Angkatan Laut tingginya harus 170, lah kok ini melorot 10 senti,” ungkapnya.

Megawati pun merasa kasihan apabila prajurit TNI secara postur badan tidak tinggi. Hal itu menurutnya menunjukkan makanan maupun gizi anak bangsa tidak baik.

“Kasihan juga kalau anaknya itu tidak tinggi, kan itu dari makanan dari gizi,” tuturnya.

Pada tayangan selanjutnya, terlihat pendapat dari Tokoh Militer, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso terkait revisi aturan syarat tinggi badan masuk TNI.

Menurut Sutiyoso, tinggi badan 160 cm bagi orang Indonesia itu tidak pendek. Namun, ia juga tak setuju apabila syarat tingginya dikurangi menjadi 150 cm. Hal itu menurutnya berdasarkan hasil penelitiannya selama 30 tahun berkarir di TNI.

“Tinggi 160 untuk orang Indonesia menurut saya itu bukan pendek. Kalau diturunkan 150 aku nggak setuju. Aku sudah meneliti selama 30 tahun dari tentara itu,” kata Sutiyoso.

Sutiyoso pun mengaku sepakat dengan keputusan dari Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang memutuskan merevisi aturan tinggi badan untuk masuk TNI tersebut.

“Itu pemikiran Andika itu sudah benar itu. Semakin banyak yang mendaftar, besar kemungkinan kita mendapatkan (tentara) yang baik,” bebernya.

Lebih lanjut, Sutiyoso juga menyebut aturan atau syarat masuk TNI yang harus diutamakan tidak hanya tinggi badan maupun kesehatan, melainkan juga fisik dan psikotes.

“Ingat, taruna bukan hanya kesehatan atau tinggi badan saja, ada fisik dan ada psikotes. Menurut saya yang berat dilewati itu psikotes,” ujarnya.