Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyinggung soal Islam garis keras yang melarang membangun patung karena takut bahwa patung itu akan disembah.
Megawati menyampaikan itu dalam acara Peresmian dan Penandatanganan Prasasti Taman UMKM Bung Karno dan 16 Kantor Partai yang digelar secara virtual pada Kamis, 28 Oktober 2021.
Dalam acara peresmian itu, Megawati menyampaikan harapannya agar patung ayahnya, Soekarno atau Bung Karno dibangun di seluruh daerah guna mengingat jasanya sebagai tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia.
Terlebih, selain sebagai Bapak Proklamator, Bung Karno, kata Mega, juga telah mewariskan banyak pemikiran dan ideologi untuk bangsa Indonesia.
“Jadi, kalau memungkinkan, maka tentunya tidak perlu terburu-buru, karena kita sifatnya gotong royong, bikinlah di setiap daerah yang namanya patung beliau (Bung Karno),” ujarnya, dilansir dari CNN Indonesia.
- PDI Perjuangan Sulsel Rayakan HUT ke-79 Megawati dengan Aksi Penghijauan dan Penebaran Benih Ikan
- PDIP Sulsel Rayakan Ulang Tahun Megawati Soekarnoputri ke-78 dengan Membagikan Tumpeng ke Panti Asuhan
- Prabowo Dapat Dukungan dari SBY dan Jokowi: Pemerintahan akan Lebih Stabil
- Koalisi PDIP dan Anies-Muhaimin Bisa Bersatu Hadapi Jokowi ? Mantan Anggota KPU RI Ini Jelaskan Alasannya
- Megawati Pilih Mahfud MD Pendamping Ganjar, Sandiaga Uno Mengaku Merasa Sedih
Megawati menyinggung bahwa suka tidak suka, mau tidak mau, Bung Karno merupakan proklamator Indonesia.
Oleh sebab itu, menurutnya, pembuatan patung Bung Karno bisa jadi upaya untuk mengingatkan sosok presiden pertama Indonesia itu kepada generasi muda.
Megawati mengatakan bahwa patung itu memang sifatnya hanya simbolis, namun akan merepresentasikan Bung Karno dan juga pahlawan lain seperti Diponegoro sehingga orang bisa tahu bagaimana sosok mereka.
“Ada yang mengatakan, kalau dari Islam garis keras mengatakan tidak boleh, takut itu (patung) didewakan, disembah,” kata Megawati.
“Tidak ada niat seperti itu, hanya sebuah pengenalan dari suatu sosok pahlawan-pahlawan,” tambahnya.
Presiden ke-5 Indonesia ini menilai, pengenalan sosok pahlawan penting bagi generasi muda Indonesia.
Ia menilai bahwa tanpa ada upaya mengenali sosok pahlawan itu, generasi muda tidak akan mengenal sosok pahlawan nasional.
Bahkan, Megawati mengatakan bahwa jika memungkinkan, maka seluruh pahlawan perlu diwujudkan dalam bentuk fisik.
“Mana anak muda masih mengetahui. Saya saja kalau tidak diberitahu ayah saya, bagaimana sosok Pattimura, saya tidak tahu,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
