Melihat empat siswa kembar di hari pertama masuk sekolah

Keisia Kalelean, Elia Landolalean, Putri Gibrella, dan Abraham Sandalangi yang masing-masing berusia 15 tahun / Lukman Hakim

TERKINI.id, MAKASSAR – Tahun ajaran baru 2017 secara serentak dimulai hari ini. Seluruh siswa telah aktif memasuki sekolah, baik kelompok bermain, Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) , Senin 17 Juli 2017.

Beragam cerita menarik dan unik mewarnai dunia pendidikan di hari pertama, seperti terlihat di SMK Kartika Makassar.  Dari total 301 siswa baru yang dinyatakan lulus, terdapat siswa kembar empat dari pasangan suami istri Allo Langi (ayah ) dan Tiku mandika (Istri).

Tiku mandika yang kesehariannya bekerja sebagai tukang cuci memilih mendaftarkan anak keenam, ketujuh, kedelapan, dan kesembilannya di SMK Kartika setelah putra-putrinya lulus dari SMP Bhayangkara Panaikang.

“Saya bersyukur keempat putra -putri saya bisa lulus di sekolah yang sama dan menempuh pendidikan secara bersamaan, bisa bareng ke sekolah secara beramai-ramai,” tuturnya.

Diketahui siswa kembar empat yang mengikuti apel tahun ajaran baru 2017 SMK Kartika ini bernama Keisia Kalelean, Elia Landolalean, Putri Gibrella, dan Abraham Sandalangi yang masing-masing berusia 15 tahun.

Baca :Mendikbud pimpin upacara hari pertama masuk sekolah

“Kita rutin melaksanakan kegiatan semacam ini. Setiap memasuki tahun ajaran baru, tujuannya untuk saling mengenal sesama siswa, dan memperkenalkan kepada mereka lingkungan sekolah,termasuk empat siswa kembar yang merupakan anak¬† ke 6,7,8 dan 9 dari sembilang orang bersaudara,” kata Lilik Supartodi Wakil Ketua Yayasan Kartika Jaya Kodam Hasanuddin.

Lilik Supartodi, dalam sambutannya menekankan bahwa sebagai siswa dan siswi tugasnya belajar dan belajar. Namun selain itu, para siswa juga harus memiliki inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan kemampuannya, untuk mewujudkan indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berwawasan.

“Pembekalan tentang wawasan kebangsaan dan pembentukan mental sangat dibutuhkan sebelum para siswa mengikuti aktivitas pendidikan selama tiga tahun kedepan. Belajar dan belajar adalah tugas kewajiban bagi mereka selama menempuh pendidikan di sekolah ini,” Tutupnya.