Memaafkan di puncak kesakitan

Memaafkan di puncak kesakitan
Memaafkan di puncak kesakitan

Terkini.id – Orang tua Vincentius Evan Hudoyo (11) dan Nathanael Ethan Hudoyono (8) memang sudah memaafkan dan mengikhlaskan kepergian kedua buah hati mereka yang menjadi korban aksi bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya.

Ketegaran pun terus diperlihatkan oleh sosok keduanya, Eri Hudoyo dan Weny Angelina pada hari pemakaman kedua putra tercinta di Kompleks Pemakaman Desa Sengkanrejo, Desa/Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu 20 Mei 2018.

Mereka hanya diam. Ekspresi wajah mereka pun datar seolah sudah kehabisan air mata dan kata-kata.

Dan ketika kedua peti dimasukkan ke liang lahat dan banyak orang menitikkan air mata, Ery dan Weny tetap tegar tanpa air mata.

Mungkin air mata mereka memang telah habis, jatuh membasahi tanah pertiwi yang belum juga mampu menjaga anak-anaknya.

Menarik untuk Anda:

Mungkin pula air mata yang tersisa itu telah dilambungkan ke surga, sebagai air mata suka cita membarengi langkah Nathan dan Evan memasuki gerbang surgawi.

Selamat jalan Evan dan Nathan, kalian anak-anak hebat dari ayah dan ibu yang luarbiasa pula – yang mampu memaafkan tatkala di puncak kesakitan. Iblis ketakutan melihat bersihnya hati ayah ibu kalian.

Selamat bermain di surga…

-HT-

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Debat Calon Bupati-Wakil Bupati Bulukumba: Tanggapan Putra Daerah

Tolak Politik Uang untuk Pilkada yang Bermartabat!

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar